Handi Priyanto Dilantik Jadi Sekda Kota Semarang, Proses Seleksi Transparan

suarajateng.com (Semarang) – Jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Semarang akhirnya resmi diisi oleh Handi Priyanto. Sosok birokrat yang bukan berasal dari lingkungan Pemerintah Kota Semarang berhasil mencuri perhatian panitia seleksi (pansel) terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Sekretaris Daerah Kota Semarang yang berlangsung selama tiga bulan sejak Februari 2026, dengan nilai akhir paling tinggi diantara dua kandidat lain yang masuk dalam tiga besar calon sekda.

Handi Priyanto diketahui sebelumnya menjabat sebagai Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Malang, Jawa Timur. Saat mengetahui adanya seleksi terbuka calon Sekda Kota Semarang, Handi kemudian berinisiatif untuk mendaftarkan diri, tentu saja dengan terlebih dahulu meminta izin dan dukungan dari Wali Kota Malang Wahyu Hidayat.

Handi resmi dilantik oleh Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng sebagai Sekda Kota Semarang pada Senin, 19 Mei 2026 di Ruang Lokakrida lantai 8 Balai Kota Semarang. Pelantikan disaksikan oleh Wakil Wali Kota Semarang dan seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Semarang.

Wali Kota Semarang berharap dengan adanya Sekda definitif diharapkan mampu mempercepat akselerasi roda pemerintahan dan memperkuat struktur Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Semarang, khususnya dalam menghadapi tantangan ekonomi ke depan.

Agustina mengatakan dengan adanya pejabat definitif, maka diharapkan mampu meringankan beban kerja pemerintahan yang selama beberapa bulan terakhir dipegang oleh Penjabat (Pj) Sekda.

“Saya menjadi lebih ringan pekerjaannya karena sudah ada Sekda definitif dan tidak ada lagi PJ (penjabat sekda). Kalau PJ itu kan separuh tugasnya ada di sana, separuh di sini, kasihan juga. Sekarang roda pemerintahan berjalan dengan squad yang utuh,” ungkap Agustina.

Agustina juga menegaskan setiap tahapan seleksi berjalan sesuai dengan timeline panitia seleksi. Proses pengisian jabatan tertinggi birokrasi di lingkungan Pemkot Semarang juga dilakukan dengan metode pendaftaran terbuka dan terjamin transparansinya.

Dari proses penyaringan awal, tersisa empat kandidat yang kemudian mengerucut menjadi tiga nama terbaik setelah melewati berbagai tahapan persyaratan ketat dari pansel.

“Semua prosesnya benar-benar terbuka. Dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) turun tiga nama, dan saya harus memilih satu. Saya pilih yang nilainya paling besar (tertinggi),” jelasnya.

Ia mengatakan meski sosok Handi Priyanto merupakan pendatang dari luar daerah, namun Handi memiliki rekam jejak yang cukup baik sebagai mantan Kepala Bapenda yang berhasil berprestasi di kancah nasional. Keunggulan inilah yang akan dimaksimalkan oleh Pemkot Semarang untuk menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Tantangan positif yang hari ini harus dijawab dan menjadi keunggulan dari Pak Sekda kita adalah latar belakang beliau sebagai Kepala Bapenda yang sangat berprestasi di tingkat nasional. Jika Kota Semarang mau meningkatkan PAD, dengan menutup kebocoran yang ada, serta melakukan intensifikasi, saya kira ini akan sangat bisa direalisasikan,” tutur Agustina.

Dia mengatakan, tugas yang harus disiapkan untuk Sekda baru bersama TAPD adalah mengabstraksikan tugas dan tanggung jawab Pemkot Semarang berjalan di tahun anggaran 2026, sekaligus menyusun proyeksi matang untuk tahun 2027 dengan mengacu pada RPJMD yang ada.

Fokus utama Kota Semarang di tahun 2026, lanjutnya, bertumpu pada sektor ketahanan pangan dan lingkungan hidup. Sementara untuk tahun 2027, tantangan besar yang dihadapi adalah memacu pertumbuhan ekonomi berbasis sektor pariwisata seiring derasnya arus investasi luar yang masuk.

Guna mengantisipasi hal tersebut, Agustina menginstruksikan Sekda baru agar tidak hanya bertumpu pada kajian internal birokrasi, melainkan turut menggandeng kekuatan eksternal dan lembaga nasional.

“Kita tidak bisa sendiri karena sudah banyak investasi luar yang masuk. Kalau hanya bertumpu pada kajian internal, kita akan selalu terlambat mengantisipasi peluang. Perlu ada kombinasi kajian dari dalam terkait budaya dan kebiasaan, serta kajian dari luar untuk membaca opportunity (kesempatan) dari kacamata nasional,” terangnya.

Terkait persiapan Perubahan APBD (P-APBD) maupun perencanaan anggaran ke depan, Agustina menegaskan bahwa Wali Kota akan tetap memberikan catatan garis besar (note outline) sesuai dengan amanat pemerintah pusat, sementara proses teknis penyesuaian akan sepenuhnya dikomandoi oleh Handi Priyanto selaku Ketua TAPD yang baru bersama tim yang ada.

“Dengan dukungan dari seluruh pihak, Forkopimda, dan jajaran DPRD, saya yakin dinamika tantangan Kota Semarang ke depan dapat dijawab dengan baik untuk membawa kota ini semakin maju,” unkapnya.

Sekda Baru Siapkan Strategi Peningkatan Fiskal Daerah

Sementara itu, Handi Priyanto mengaku siap mengemban tugas sebagai Sekda dan memimpin jajaran birokrasi di lingkungan Pemkot Semarang.

Ia berkomitmen untuk menerjemahkan visi-misi wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang khususnya dalam mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan menangkap peluang investasi yang masuk.

Handi mengibaratkan peran Sekda sebagai seorang konduktor dalam sebuah pertunjukan musik yang bertugas mengorkestrasi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Tugas Sekda itu sebagai konduktor untuk mengorkestrasi OPD, bagaimana menjabarkan dan menjalankan secara efektif dan efisien visi-misi Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah yang tertuang dalam RPJMD,” kata Handi.

Dia menambahkan bahwa pemahaman mendalam terkait visi-misi Wali Kota Agustina Wilujeng dan Wakil Wali Kota Iswar Aminuddin telah ia tuangkan sejak dalam tahapan seleksi saat pembuatan makalah.

Menanggapi instruksi khusus dari Wali Kota terkait optimalisasi sektor pendapatan, Handi menjelaskan bahwa tantangan fiskal saat ini dihadapi oleh hampir seluruh wilayah di Indonesia.

Dirinya lebih jauh menjelaskan, adanya tren penurunan Transfer Ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat menuntut pemerintah daerah untuk lebih kreatif dalam mencari alternatif pendanaan.

Namun demikian, Handi menggarisbawahi bahwa strategi peningkatan fiskal daerah tidak boleh mengorbankan kesejahteraan warga.

“Dengan penurunan TKD itu, masing-masing daerah diminta kreatif bagaimana meningkatkan PAD di tengah kondisi tersebut, tetapi garis bawahnya adalah tanpa membebani masyarakat. Artinya, tidak ada skema kenaikan pajak, tetapi PAD yang harus naik,” ucapnya.

Meski demikian, terkait detail teknis potensi mana saja yang akan digali, dirinya memilih untuk mempelajarinya lebih dalam dulu bersama tim internal agar tidak terkesan mendahului.

Lebih lanjut, ketika ditanya mengenai alasannya mengikuti seleksi terbuka di Kota Semarang, Handi menjelaskan bahwa statusnya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) menuntut kesiapan untuk mengabdi di mana saja sebagai pemersatu bangsa.

Kesempatan seleksi terbuka yang berlaku secara nasional ini ia manfaatkan setelah melihat potensi luar biasa yang dimiliki ibu kota Jawa Tengah ini yang menurut pandangannya Semarang memiliki keunggulan geografis yang sangat unik jika dibandingkan dengan kota-kota metropolitan lain di pulau Jawa seperti Surabaya maupun Bandung.

“Semarang ini Kota Metropolis. Hal menarik di Semarang yang tidak dimiliki Bandung adalah Semarang punya gunung, punya laut, dan segala macam potensi. Di Google pun saya lihat banyak sekali investasi yang masuk. Tentu bagi dunia private (swasta), ada hal menarik yang membuat mereka berbondong-bondong datang ke Semarang dan bukan ke daerah lain,” jelasnya.

Sementara itu, menanggapi tantangan alam seperti bencana banjir yang sempat melanda Kota Semarang beberapa waktu lalu, Handi memilih untuk tidak berkomentar terlalu jauh secara teknis di hari pertamanya menjabat.

Meski demikian, ia memastikan birokrasi akan bergerak tegak lurus mengamankan program penanganan yang dicanangkan pimpinan daerah.

“Saya belum bisa bicara detail teknis tentang itu. Tapi apa pun yang diprogramkan oleh Ibu Wali Kota dan Pak Wakil Wali Kota, kita akan jalankan dengan sebaik-baiknya,” tandas Handi.

Seleksi Transparan Tanpa Suap-Menyuap

Terpisah, Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Semarang Joko Hartono menegaskan dalam seleksi terbuka Sekda Kota Semarang ini dilakukan secara transparan dan tidak ada suap-menyuap untuk mendapatkan posisi tertinggi dalam birokrasi ini.

Pasalnya, sebelum posisi Sekda definitif diumumkan dan dilakukan pelantikan, santer rumor adanya dugaan suap untuk mendapatkan kursi sekda. Rumor tersebut kemudian ditepis oleh Kepala BKPP selaku sekretaris Pansel Sekda Kota Semarang.

“Saya sendiri selaku sekretaris Pansel, selaku BKPP menanggapi isu yang tadi disampaikan saya hari ini disumpah di bawah kitab suci, di bawah Quran, saya berani, bahwa proses yang kami lakukan tidak ada yang namanya suap-menyuap, tidak ada namanya jual-beli, tidak ada namanya bayar-membayar sedikitpun,” tegas Joko.

Ia berharap masyarakat mengetahui bahwa seleksi Sekda Kota Semarang dilakukan secara terbuka, dan dipanitiai oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Jateng serta beberapa akademisi dari beberapa perguruan tinggi.

“Jadi jangan mudah percaya dengan publikasi-publikasi yang tidak jelas sumbernya, tidak jelas narasumbernya, apalagi tanpa bukti. Mari kita saling support, saling mendukung bukan dengan sebuah narasi-narasi yang mengandung fitnah, provokatif atau framing,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *