By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
SUARA JATENGSUARA JATENGSUARA JATENG
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Semarang
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Nasional
  • Hukum Kriminal
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Politik
  • Olahraga
Reading: Angin Kencang dan Suhu Dingin Melanda Semarang, Ini Penjelasan BMKG
Share
Font ResizerAa
SUARA JATENGSUARA JATENG
  • Semarang
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Nasional
  • Hukum Kriminal
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Politik
  • Olahraga
Search
  • Semarang
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Nasional
  • Hukum Kriminal
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Politik
  • Olahraga
Have an existing account? Sign In
Follow US
Semarang

Angin Kencang dan Suhu Dingin Melanda Semarang, Ini Penjelasan BMKG

Estu Aprilio
Last updated: 25 Juli 2026 8:05 am
Estu Aprilio
Published: 24 Juli 2026
Share
SHARE

suarajateng.com (Semarang) – Warga Kota Semarang belakangan ini merasakan embusan angin yang lebih kencang disertai suhu udara yang terasa lebih dingin, terutama pada malam hingga pagi hari. Fenomena tersebut terjadi hampir merata, mulai dari kawasan pesisir Semarang Bawah hingga wilayah dataran tinggi Semarang Atas.

Berdasarkan penjelasan Stasiun Meteorologi Ahmad Yani BMKG Semarang, kondisi tersebut merupakan fenomena alam yang dipengaruhi oleh aktifnya Monsun Australia serta perbedaan tekanan udara antara daratan dan lautan.

Memasuki puncak musim kemarau, wilayah Jawa Tengah berada di bawah pengaruh Monsun Australia yang bertiup dari arah timur hingga tenggara.

Angin musiman ini membawa massa udara yang lebih kering dengan kecepatan cukup tinggi sehingga menyebabkan embusan angin terasa lebih kuat dibandingkan hari-hari biasa.

Selain memicu angin kencang, kondisi tersebut juga menyebabkan munculnya fenomena bediding, yaitu penurunan suhu udara yang cukup signifikan pada malam hingga dini hari.

Akibatnya, udara di Kota Semarang terasa lebih sejuk bahkan cenderung dingin, terutama di kawasan perbukitan atau wilayah dengan ketinggian lebih tinggi.

BMKG menjelaskan, faktor lain yang memperkuat angin adalah adanya gradien tekanan udara atau perbedaan tekanan yang cukup besar antara daratan Pulau Jawa dan wilayah Laut Jawa.

Dalam ilmu meteorologi, udara akan bergerak dari daerah bertekanan tinggi menuju daerah bertekanan rendah. Semakin besar perbedaan tekanan tersebut, semakin tinggi pula kecepatan angin yang terbentuk.

Kondisi inilah yang membuat angin kencang tidak hanya dirasakan di kawasan pantai, tetapi juga di wilayah permukiman dan dataran tinggi Kota Semarang.

Meski merupakan fenomena yang lazim terjadi saat musim kemarau, BMKG mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan.

Angin kencang berpotensi menyebabkan pohon tumbang, baliho roboh, hingga mengganggu aktivitas masyarakat di luar ruangan. Sementara suhu udara yang lebih dingin juga dapat memengaruhi kondisi kesehatan jika daya tahan tubuh menurun.

Masyarakat disarankan menggunakan pakaian yang lebih hangat saat beraktivitas pada malam dan pagi hari, mengamankan benda-benda yang mudah tertiup angin, serta terus memantau informasi cuaca resmi dari BMKG.

Fenomena angin kencang dan udara dingin ini diperkirakan masih dapat berlangsung selama periode puncak musim kemarau seiring aktifnya Monsun Australia di wilayah Indonesia.(**)

You Might Also Like

Pemkot Semarang Usulkan Pembagian Kewenangan Jelas dalam RUU Kawasan Industri
Idul Adha Jadi Momen Perkokoh Persatuan dan Gotong Royong di Semarang
Perketat Jalur Prof Hamka, Dishub Mampu Cegah 50 Truk Berat Melintas
Putusan PTUN Tak Ganggu Operasional dan Pelayanan PDAM Tirta Moedal Kota Semarang
Wali Kota Ajak Warga Kota Semarang Dukung dan “Vote” Celyna Grace Jadi Juara Indonesian Idol
TAGGED:angin kencangBMKGsemarangudara dingin
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Daerah

30 Ribu Rumah di Jateng Akan Diperbaiki Melalui Program BSPS

Estu Aprilio
Estu Aprilio
9 Mei 2026
Gout Drug Could Show Promise in Fighting COVID-19
Pelaku Usaha Rongsok Ditertibkan Satpol PP Kota Semarang
Damkar Sebut Kepekaan Pegawai SPBU Gunakan APAR Masih Kurang
Pemkot Semarang akan Ajukan Banding Kasus Mantan Direksi PDAM
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
Suara Jateng adalah media independen tentang berita terkini seputar Jawa Tengah.
  • Kantor dan Redaksi
  • Pedoman Kebijakan dan Privasi
  • Pedoman Media Saiber
  • Kantor dan Redaksi
  • Pedoman Kebijakan dan Privasi
  • Pedoman Media Saiber
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?