By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
SUARA JATENGSUARA JATENGSUARA JATENG
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Semarang
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Nasional
  • Hukum Kriminal
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Politik
  • Olahraga
Reading: Taj Yasin Pacu Percepatan Sensus Ekonomi 2026, Capaian Jateng Sudah 81 Persen
Share
Font ResizerAa
SUARA JATENGSUARA JATENG
  • Semarang
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Nasional
  • Hukum Kriminal
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Politik
  • Olahraga
Search
  • Semarang
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Nasional
  • Hukum Kriminal
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Politik
  • Olahraga
Have an existing account? Sign In
Follow US
DaerahSemarang

Taj Yasin Pacu Percepatan Sensus Ekonomi 2026, Capaian Jateng Sudah 81 Persen

Estu Aprilio
Last updated: 6 Agustus 2026 7:38 pm
Estu Aprilio
Published: 6 Agustus 2026
Share
SHARE

suarajateng.com (Semarang) – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen mendorong agar kegiatan sensus ekonomi 2026 di wilayahnya bisa dilakukan percepatan, meskipun saat ini capaiannya sudah mencapai 81%.

Pihaknya siap memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemerintah kabupaten/kota agar target pendataan dapat diselesaikan sebelum masa sensus berakhir.

“Kita kolaborasikan lagi, kita pahamkan kepada para pengusaha, masyarakat, termasuk penghuni apartemen. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah siap untuk itu,” kata Taj Yasin dalam Rapat Koordinasi Daerah Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Gedung Grhadika Bhakti Praja, Semarang, Kamis, 6 Agustus 2026.

Ia mengatakan, pemerintah daerah akan memetakan kembali perusahaan maupun kawasan industri yang belum seluruhnya terdata, agar dapat dilakukan pendekatan secara lebih intensif.

Menurut Taj Yasin, kawasan industri di Kendal dan Batang telah mencatat pendataan 100 %, sehingga pola koordinasi di wilayah tersebut diharapkan dapat diterapkan di daerah lain yang masih tertinggal.

“Kita petakan kembali perusahaan dan kawasan industri yang belum tercapai agar dalam sisa waktu tiga minggu ini Sensus Ekonomi 2026 di Jawa Tengah benar-benar bisa dituntaskan,” ujarnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, Kota Semarang masih menjadi daerah yang membutuhkan percepatan karena memiliki jumlah pelaku usaha terbesar di Jawa Tengah. Hingga saat ini capaian pendataannya sekitar 71 %. Sedangkan capaian tertinggi diraih Kabupaten Banjarnegara, dengan 92 %.

Wakil Kepala BPS Pusat, Sonny Harry Budiutomo Harmadi, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi kuat antara BPS, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, serta pemerintah kabupaten dan kota.

Ia menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah beserta seluruh pemerintah kabupaten dan kota yang dinilai memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan sensus.

“Alhamdulillah progres pendataan sektor ekonomi di Jawa Tengah sangat baik. Sudah mencapai 81 % dari total target. Ini bukan capaian yang mudah karena jumlah pelaku usaha di Jawa Tengah mencapai lebih dari 4,5 juta,” kata Sonny.

Meskipun capaian pendataan secara umum tinggi, Sonny mengungkapkan pendataan terhadap kelompok usaha besar baru mencapai sekitar 40 persen.

“Target kami seluruh usaha besar bisa terdata 100 % karena data tersebut akan menentukan potret ekonomi Indonesia secara lengkap,” ujarnya.

Menurut Sonny, tantangan terbesar bukan berasal dari masyarakat maupun pelaku usaha kecil, melainkan proses pendataan perusahaan besar yang membutuhkan koordinasi internal lintas divisi hingga kantor pusat.

“Untuk perusahaan besar, data yang diminta mencakup keuangan, ketenagakerjaan, hingga penjualan, sehingga membutuhkan waktu lebih lama. Banyak juga yang harus berkoordinasi dengan kantor pusat,” katanya.

Selain itu, penghuni apartemen juga menjadi tantangan tersendiri karena sulit ditemui akibat aktivitas yang padat.

Untuk mengejar target, BPS menerjunkan tidak hanya petugas lapangan, tetapi juga aparatur sipil negara (ASN) dan pejabat senior BPS secara langsung untuk melakukan pendataan terhadap perusahaan-perusahaan besar.

Sonny kembali menegaskan bahwa Sensus Ekonomi tidak berkaitan dengan perpajakan. Seluruh data responden dijamin kerahasiaannya sesuai ketentuan perundang-undangan.

Hasil Sensus Ekonomi 2026 nantinya akan menjadi basis penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi nasional maupun daerah. Data tersebut akan memotret jumlah dan sebaran pelaku usaha, skala usaha, sektor formal maupun informal, hingga karakteristik kegiatan ekonomi yang menjadi dasar perencanaan pembangunan di masa mendatang. (**)

You Might Also Like

Kemandirian Fiskal Tertinggi Kategori Kota se-Indonesia, Semarang Ditetapkan Jadi Transformer City
Kado Pemkot Semarang Buat Warga, Tukar Botol Dapat Lumpia
Tangis Haru Valentina dan Sekolah Kemitraan Pemprov Jateng
 Wali Kota Semarang Instruksikan Ekosistem Sekolah Ramah Anak
Ribuan Pelari dari 44 Negara Ramaikan Red Dress Run
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Semarang

Buka Semarang Open 2026, Iswar Aminuddin: Kompetisi Tempa Mental Generasi Muda

Estu Aprilio
Estu Aprilio
3 Juli 2026
Pemkot Semarang Pastikan Penghunian Rusunawa Sesuai Aturan dan Tepat Sasaran
Jawa Tengah Perlu Pengembangan Perumahan Mandiri Energi
Idul Adha Jadi Momen Perkokoh Persatuan dan Gotong Royong di Semarang
Buka Porwakos 2026, Wali Kota Agustina Wilujeng Ajak Warga Pererat Persaudaraan Lewat Olahraga
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
Suara Jateng adalah media independen tentang berita terkini seputar Jawa Tengah.
  • Kantor dan Redaksi
  • Pedoman Kebijakan dan Privasi
  • Pedoman Media Saiber
  • Kantor dan Redaksi
  • Pedoman Kebijakan dan Privasi
  • Pedoman Media Saiber
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?