suarajateng.com (Semarang) — Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, terus mendorong penguatan ekosistem industri halal dan pemenuhan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) bagi pelaku UMKM menjelang penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI di Kota Semarang pada September mendatang.
Agustina menegaskan, agenda nasional tersebut harus dimanfaatkan sebagai ruang strategis bagi UMKM lokal untuk menembus pasar yang lebih luas melalui kepastian standar dan sertifikasi produk.
“Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang berkomitmen penuh mendorong penguatan industri halal dan pemenuhan TKDN bagi pelaku UMKM lokal. Langkah ini sangat krusial, terlebih kita akan menjadi tuan rumah MTQ Nasional, di mana kepastian kualitas dan kehalalan produk menjadi prioritas,” ujarnya.
Melalui program Waras Ekonomi, Pemkot Semarang telah memfasilitasi penerbitan 100 sertifikat halal untuk sektor batik, kriya, dan kuliner, serta 50 sertifikat TKDN bagi 20 UMKM. Langkah ini diharapkan semakin memperkuat kesiapan pelaku usaha dalam memenuhi standar produk.
Proses sertifikasi Industri Kecil Menengah (IKM) binaan ini dikawal langsung oleh Dinas Perindustrian Kota Semarang secara bertahap, mulai dari pendataan, sosialisasi, koordinasi bersama Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Provinsi Jawa Tengah, pendampingan pendaftaran dan verifikasi, hingga penyerahan sertifikat serta evaluasi pascasertifikasi.
Kepala Dinas Perindustrian Kota Semarang, Arwita Mawarti, menegaskan kemudahan alur bagi pelaku usaha yang ingin mengakses layanan ini. “Mekanismenya sangat ringkas: pelaku usaha mengajukan permohonan dengan menyiapkan NIB serta dokumen produk, mengikuti pendampingan dan verifikasi, hingga pemeriksaan kehalalan sampai sertifikat diterbitkan. Pelaku IKM binaan dapat berkoordinasi langsung dengan Dinas Perindustrian agar bisa kami arahkan sesuai skema fasilitasi yang tersedia,” terang Arwita, Sabtu (22/8/2026).
Kesiapan produk dan pelaku usaha tersebut turut ditampilkan dalam WARASVERSE 2026 bertajuk “Kekuatan Lokal Menuju Global” yang digelar pada 21–23 Agustus 2026 di The Park Mall, Semarang dan dibuka oleh Asisten Administrasi Umum Sekda Kota Semarang Bapak R. Wing Winarso. Selain pameran produk, kegiatan tersebut diisi _talkshow_ strategi bisnis, _workshop_, turnamen _board game_, dan penampilan musik.
Produk-produk yang telah memenuhi standardisasi tersebut disiapkan untuk mengisi berbagai agenda Semarak MTQ Nasional pada 13–18 September mendatang. Beberapa di antaranya adalah Halal Food Festival di Plaza Simpang Lima, Mini Dugderan, Expo Kaligrafi, Fashion Show Islami dan Batik Muslim Awards, serta Lomba Rebana Tingkat Nasional di TBRS.
Agustina berharap gelaran MTQ Nasional dapat memberikan ruang lebih luas bagi produk lokal untuk dikenal masyarakat dari berbagai penjuru Nusantara.
“Kita ingin MTQ Nasional memberi manfaat yang lebih luas bagi Kota Semarang, termasuk para pelaku UMKM. Produk lokal harus tampil dengan kualitas yang baik, memenuhi standar, dan memiliki daya saing sehingga mampu menangkap peluang pasar nasional,” pungkas Agustina.(**)


