suarajateng.com (Semarang) – Ketika penyakit kardiovaskular masih menjadi penyebab kematian utama di dunia, akses terhadap deteksi dini dan penanganan yang cepat menjadi semakin penting.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat sekitar 19,8 juta orang meninggal akibat penyakit kardiovaskular pada 2022; sebanyak 85% di antaranya disebabkan oleh serangan jantung dan stroke.
Menjawab kebutuhan tersebut, Columbia Asia Hospital Semarang memperkuat layanan Cardiac melalui program CoE (Center of Excellence) dengan menghadirkan layanan jantung terintegrasi, termasuk tindakan Percutaneous Coronary Intervention (PCI).
Layanan ini dirancang untuk membantu masyarakat memperoleh rangkaian perawatan jantung dalam satu rumah sakit, mulai dari skrining dan pemeriksaan penunjang, diagnosis, tindakan PCI, hingga rehabilitasi medik. Dukungan Cath Lab, CT Scan, MRI, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah konsultan, serta tim multidisiplin memungkinkan pasien mendapatkan penanganan yang lebih menyeluruh sesuai kebutuhan medisnya.
Hingga kini, Columbia Asia Hospital Semarang telah mengerjakan 400 tindakan PCI. PCI merupakan tindakan minimal invasif untuk membantu membuka pembuluh darah jantung yang menyempit atau tersumbat.
Namun, keputusan menjalani tindakan tetap harus didasarkan pada pemeriksaan dan rekomendasi dokter. Karena itu, masyarakat—terutama mereka yang memiliki tekanan darah tinggi, diabetes, kolesterol tinggi, obesitas, kebiasaan merokok, kurang aktivitas fisik, atau riwayat keluarga—didorong untuk tidak menunggu gejala memburuk sebelum memeriksakan diri.
“Melalui layanan PCI, kami dapat menangani penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah jantung dengan tindakan minimal invasif yang cepat dan tepat. Didukung fasilitas Cath Lab serta teknologi diagnostik yang lengkap, kami berharap masyarakat dapat memperoleh layanan jantung yang komprehensif tanpa harus mencari layanan ke luar daerah,” ujar dr. Ferry Christian, Sp.JP(K)., FIHA, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan Columbia Asia Hospital Semarang.
Kementerian Kesehatan RI mengingatkan bahwa perubahan gaya hidup—termasuk merokok, pola makan tidak seimbang, hipertensi, obesitas, diabetes, dan kurang aktivitas fisik— berkontribusi terhadap meningkatnya risiko penyakit jantung koroner. Kemenkes juga menekankan pentingnya pemeriksaan tekanan darah, kolesterol, indeks massa tubuh, dan gula darah secara berkala.
Gejala seperti nyeri atau rasa tertekan di dada, sesak napas, keringat dingin, mual, pusing, atau nyeri yang menjalar ke lengan, rahang, punggung, dan leher perlu segera mendapatkan perhatian medis.
“Penguatan layanan Cardiac merupakan bagian dari program CoE (Center of Excellence) Columbia Asia Indonesia. Kami berkomitmen menghadirkan layanan spesialistik yang didukung dokter berpengalaman, teknologi modern, dan pelayanan terintegrasi agar masyarakat mendapatkan akses layanan kesehatan terbaik di Columbia Asia Hospital Semarang,” kata dr. Herman Kristanto, MS, Sp.OG, Subsp.KFm, CHQP, MQM, Direktur Columbia Asia Hospital Semarang.
Melalui program CONGO, Columbia Asia Indonesia mengembangkan lima layanan unggulan, yaitu Cardiac, Orthopaedic, Neurology & Neurosurgery, Gastroenterology, dan Oncology. Penguatan layanan Cardiac di Semarang diharapkan dapat memperluas pemahaman masyarakat bahwa kesehatan jantung perlu dijaga sejak dini, sekaligus memudahkan pasien dan keluarga mengakses layanan yang terhubung dari pencegahan hingga pemulihan.


