suarajateng.com (Jakarta) – Final Piala Dunia 2026 bukan sekadar perebutan trofi bagi Lionel Messi. Duel Argentina kontra Spanyol di New York New Jersey Stadium (MetLife Stadium) menjadi perjalanan emosional yang membawanya kembali ke tempat yang pernah menjadi titik terendah dalam karier internasionalnya.
Sepuluh tahun silam, stadion tersebut menjadi saksi air mata Messi usai Argentina kalah dari Chile pada final Copa America Centenario 2016. Kekalahan itu membuat La Pulga mengambil keputusan mengejutkan dengan mengumumkan pensiun dari Timnas Argentina.
Kini, di stadion yang sama, Messi kembali sebagai kapten sekaligus juara bertahan dunia dengan kesempatan menambah satu lagi gelar Piala Dunia.
Final Copa America 2016 menjadi salah satu momen paling menyakitkan dalam perjalanan Messi bersama Argentina. Gagal mengeksekusi penalti saat adu tos-tosan membuat Albiceleste kembali kehilangan gelar setelah sebelumnya kalah di final Piala Dunia 2014 dan Copa America 2015.
Rasa kecewa yang memuncak membuat Messi menyatakan mundur dari tim nasional. Namun keputusan tersebut tidak berlangsung lama. Berkat dukungan publik dan rekan-rekannya, ia kembali mengenakan seragam Argentina dan memulai babak baru yang jauh lebih gemilang.
Sejak kembali, Messi sukses mempersembahkan gelar Copa America, Finalissima, hingga membawa Argentina menjadi juara dunia. Kini ia berpeluang mengukir sejarah dengan mempertahankan trofi Piala Dunia saat menghadapi Spanyol.
Bagi banyak penggemar sepak bola, New York New Jersey Stadium identik dengan momen emosional Messi pada 2016. Namun final Piala Dunia 2026 memberi kesempatan bagi sang megabintang mengubah kenangan pahit tersebut menjadi kisah kemenangan.
Selain menjadi laga perebutan gelar dunia, pertandingan ini juga disebut-sebut sebagai penampilan terakhir Messi di Piala Dunia. Faktor tersebut membuat antusiasme publik terhadap final semakin tinggi.
Apabila Argentina mampu mengalahkan Spanyol, stadion yang dahulu menjadi simbol kegagalan akan dikenang sebagai tempat Messi menutup perjalanan Piala Dunia dengan salah satu akhir paling indah dalam sejarah sepak bola.(**)


