By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
SUARA JATENGSUARA JATENGSUARA JATENG
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Semarang
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Nasional
  • Hukum Kriminal
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Politik
  • Olahraga
Reading: Layers of Living di Artotel Gajahmada Semarang Bawa Karya Dua Seniman
Share
Font ResizerAa
SUARA JATENGSUARA JATENG
  • Semarang
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Nasional
  • Hukum Kriminal
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Politik
  • Olahraga
Search
  • Semarang
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Nasional
  • Hukum Kriminal
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Politik
  • Olahraga
Have an existing account? Sign In
Follow US
LifestyleSemarang

Layers of Living di Artotel Gajahmada Semarang Bawa Karya Dua Seniman

Estu Aprilio
Last updated: 30 Agustus 2026 5:15 pm
Estu Aprilio
Published: 30 Agustus 2026
Share
SHARE

suarajateng.com (Semarang) – Seniman kontemporer asal Yogyakarta, Horestes Vicha kembali memamerkan deretan karya uniknya dalam pameran bersama di Artotel Gajahmada Semarang. Mengusung teknik kolase yang telah menjadi fondasi berkaryanya sejak awal, kali ini Horestes membawa eksplorasi media ke tingkat yang lebih jauh—menggabungkan kain, resin, patung, kayu, hingga tali menjadi sebuah sajian seni instalasi bernuansa abstrak.

Melampaui Konvensional Melalui Kolase dan Kain

Bagi Horestes, prinsip dasar karya seninya tidak pernah berubah, yaitu kolase atau proses memotong dan menempel untuk menciptakan objek baru dengan pemaknaan segar. Jika sebelumnya ia bergelut di ranah realisme visual, kini ia mengeliminasi figur-figur eksplisit dan menggantinya dengan komposisi warna serta keragaman media.

Penggunaan kain sebagai medium utama tentu mengundang pertanyaan, mengingat sifat materialnya yang rapuh dan mudah kotor. Namun, di era seni kontemporer, Horestes tidak ragu untuk menerobos batasan konvensional tersebut.

“Kalau ngomongin seni kontemporer, apapun dan siapapun bisa menjadi seniman. Tinggal bagaimana mengemas karya itu menjadi sesuatu yang menarik dan relate dengan kehidupan,” kata Horestes.

Bagi Horestes, tekstur kain yang ditarik memiliki karakter visual yang serupa dengan sapuan kuas (brush stroke). Melalui kain tersebut, ia tidak hanya menjual wujud fisik, melainkan gagasan dan pengalaman estetik. Fleksibilitas medium ini bahkan telah membawa eksplorasi karyanya menembus ranah fashion hingga seni mural.

Saling Memaknai dan Merespon Karya

Karya-karya yang disajikan Horestes dirancang tanpa beban muatan khusus. Ia memilih mengumpulkan potongan-potongan cerita bak puzzle dan membiarkan audiens membangun interpretasi serta koneksi pribadi mereka sendiri.

Dalam pameran kali ini, Horestes menampilkan lima karya bernilai sekitar Rp8 juta hingga Rp15 juta. Menariknya, penentuan karya ini merupakan bentuk respon dan kompromi artistik terhadap rekan pamerannya, Umi.

“Saya di-challenge untuk tidak egois atau sekadar idealis. Saya menunggu karya Mbak Umi terlebih dahulu, baru kemudian meresponnya dengan karya-karya yang saya buat. Jadi ada sinergi di dalam ruang pameran,” tuturnya.

Semarang sebagai ‘Rumah’ Kedua

Keterikatan Horestes dengan Semarang sejatinya bukan hal baru. Selain pernah menggarap karya bertema “Manusia dan Ikan” di tempat yang sama—sebuah simbol kegigihan yang diilhami dari filosofi ikan—Semarang memiliki tempat emosional tersendiri di hatinya. Pria kelahiran Magelang yang tumbuh besar di Jogja ini menghabiskan masa remajanya menuntut ilmu di Semarang.

Pameran kali ini tak ubahnya sebuah perjalanan pulang. Kehadirannya di ruang publik seperti Artotel tidak hanya sekadar untuk memamerkan atau menjual karya, melainkan untuk menyapa kembali kota yang pernah menjadi bagian dari perjalanan hidupnya.

Pameran ini menjadi bagian dari komitmen Artotel Group dalam menghadirkan seni sebagai bagian dari pengalaman hospitality, sekaligus menciptakan ruang pertemuan antara seniman, karya, komunitas, dan publik.

General Manager Artotel Gajahmada Semarang Rudy Adimulyo menyampaikan bahwa pameran ini merupakan bagian dari upaya untuk terus mengembangkan ARTSPACE sebagai ruang kreatif yang terbuka.

“Melalui Layers of Living, kami ingin kembali menghadirkan pengalaman seni yang tidak hanya dapat dinikmati secara visual, tetapi juga memberikan ruang bagi pengunjung untuk mengenal cerita dan perspektif di balik setiap karya. Kami berharap ARTSPACE dapat terus menjadi ruang yang mempertemukan seniman dengan publik,” kata Rudy.

Mengusung tema “Layers of Living”, pameran ini memaknai kehidupan sebagai proses yang terus bergerak dan membentuk manusia melalui berbagai lapisan pengalaman. Kata “Layers” merujuk pada lapisan material dalam praktik artistik Horestes Vicha sekaligus lapisan narasi dalam karya Ummi Damas. Sementara “Living” menekankan proses menjalani kehidupan yang terus berubah, berkembang, dan meninggalkan jejak pada setiap individu.

You Might Also Like

Taj Yasin Apresiasi Peran Media Dongkrak Indeks Demokrasi di Jateng
Di Tengah Duka Longsor Kalialang, Wali kota Agustina Hadir Pastikan Warga Terlindungi
Musrenbang RKPD 2027, Wali Kota Agustina Bidik Pertumbuhan Ekonomi Semarang
Tokio Sushi Hadir di Semarang, Tawarkan Sensasi ‘Sushi Bomb’ dengan Harga Bersahabat
Kejar Bus yang Mulai Jalan, Lansia Jatuh di Halte Trans Semarang
TAGGED:pameran. layers of living
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Daerah

Jaga Keselamatan Perjalanan Kereta Api, Ratusan Petugas Pemeriksa Jalan Kontrol Setiap Hari

Estu Aprilio
Estu Aprilio
10 Mei 2026
PKL di Simpang Lima Disterilkan Jelang MTQ Nasional, Disdag Semarang Siapkan Lokasi Alternatif
Dua Tahun Didampingi Pemprov Jateng, Desa di Kebumen ini Mulai Bangkit dari Kemiskinan
Peremajaan Armada Trans Semarang Antar Dishub Kota Semarang Raih Penghargaan Tingkat Nasional
Semarakkan HUT RI, Wakil Wali Kota Semarang Iswar Aminuddin ke Lansia: “Ojo Nglokro Mung Merga Wes Pensiun”
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
Suara Jateng adalah media independen tentang berita terkini seputar Jawa Tengah.
  • Kantor dan Redaksi
  • Pedoman Kebijakan dan Privasi
  • Pedoman Media Saiber
  • Kantor dan Redaksi
  • Pedoman Kebijakan dan Privasi
  • Pedoman Media Saiber
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?