By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
SUARA JATENGSUARA JATENGSUARA JATENG
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Semarang
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Nasional
  • Hukum Kriminal
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Politik
  • Olahraga
Reading: Pharma City Bakal Permudah Akses Masyarakat Semarang Dapatkan Obat
Share
Font ResizerAa
SUARA JATENGSUARA JATENG
  • Semarang
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Nasional
  • Hukum Kriminal
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Politik
  • Olahraga
Search
  • Semarang
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Nasional
  • Hukum Kriminal
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Politik
  • Olahraga
Have an existing account? Sign In
Follow US
DaerahSemarang

Pharma City Bakal Permudah Akses Masyarakat Semarang Dapatkan Obat

Estu Aprilio
Last updated: 18 Juli 2026 8:02 pm
Estu Aprilio
Published: 15 Juli 2026
Share
SHARE

suarajateng.com (Semarang) – Pemerintah Kota Semarang terus menghadirkan inovasi yang menjawab kebutuhan masyarakat. Kini, warga tidak perlu lagi berpindah dari satu apotek ke apotek lain hanya untuk mencari obat yang dibutuhkan.

Melalui Pharma City (Pelayanan Farmasi Apotek Terintegrasi Kota Semarang), masyarakat dapat mengetahui lokasi apotek, mengecek ketersediaan obat secara real time, hingga berkonsultasi dengan apoteker melalui satu platform digital. Inovasi tersebut resmi diluncurkan Sekretaris Daerah Kota Semarang, Handi Priyanto, dalam kegiatan Bimbingan Teknis Pelayanan Kefarmasian di Hotel MG Setos, Rabu (15/7/2026).

Sekretaris Daerah Kota Semarang Handi Priyanto mengatakan, digitalisasi pelayanan kefarmasian merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Semarang untuk menghadirkan pelayanan publik yang semakin cepat, mudah, dan berpihak kepada masyarakat.

“Pelayanan kesehatan harus semakin dekat dengan masyarakat. Melalui Pharma City, warga tidak lagi mengandalkan informasi dari mulut ke mulut atau harus mendatangi beberapa apotek untuk mencari obat. Informasi yang dibutuhkan kini dapat diakses lebih cepat sehingga masyarakat bisa memperoleh layanan kesehatan secara lebih efektif,” ujar Handi.

Ia menjelaskan, selama ini data pelayanan kefarmasian masih tersebar di berbagai fasilitas sehingga belum terintegrasi secara optimal. Kondisi tersebut tidak hanya menyulitkan proses pengawasan, tetapi juga membatasi akses masyarakat terhadap informasi mengenai layanan apotek dan ketersediaan obat.

Melalui Pharma City, 445 apotek di Kota Semarang kini terhubung dalam satu sistem digital yang menjadi pusat data pelayanan kefarmasian. Integrasi tersebut memungkinkan masyarakat memperoleh informasi secara lebih mudah, sekaligus memperkuat pengawasan pemerintah terhadap mutu pelayanan dan keamanan peredaran obat.

Selain memberikan kemudahan bagi masyarakat, digitalisasi ini juga meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan. Proses pendataan, pelaporan, hingga pengawasan pelayanan kefarmasian dilakukan secara lebih cepat dan akurat, sehingga pemerintah dapat mengambil kebijakan berdasarkan data yang terintegrasi. Sistem ini juga mendukung transparansi pelayanan perizinan serta memberikan kepastian bagi pelaku usaha apotek dalam menjalankan usahanya.

Menurut Handi, transformasi pelayanan kesehatan tidak cukup hanya dengan membangun fasilitas, tetapi juga memastikan masyarakat memperoleh akses informasi yang mudah dan pelayanan yang berkualitas.

Karena itu, Pemerintah Kota Semarang terus memperkuat kapasitas tenaga kefarmasian melalui bimbingan teknis sekaligus membangun kolaborasi dengan Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Balai Besar POM di Semarang, organisasi profesi, dan seluruh pelaku usaha apotek.

“Transformasi digital bukan tujuan akhir, tetapi sarana untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Ketika warga lebih mudah mendapatkan informasi obat, memperoleh pelayanan yang aman, dan dilayani secara cepat, maka di situlah manfaat pembangunan benar-benar dirasakan,” tuturnya.

Ke depan, Pemerintah Kota Semarang akan terus mengembangkan Pharma City dan mengintegrasikannya dengan ekosistem digital kesehatan nasional, termasuk platform SatuSehat.

Langkah tersebut diharapkan semakin memperkuat pelayanan kefarmasian yang modern, transparan, dan responsif, sehingga setiap warga Kota Semarang memperoleh akses layanan kesehatan yang aman, berkualitas, dan mudah dijangkau.

You Might Also Like

Proyek Geothermal Gunung Ungaran Jadi Sorotan, Farchan Minta Dampak Air Dikaji
Pegawai PDAM Tirta Moedal Ikut Meriahkan Semarang Heritage Night Run 2026, Ada Booth Air Moedal
Musrenbang RKPD 2027, Wali Kota Agustina Bidik Pertumbuhan Ekonomi Semarang
Wali Kota Ajak Warga Kota Semarang Dukung dan “Vote” Celyna Grace Jadi Juara Indonesian Idol
Ribuan Pelari dari 44 Negara Ramaikan Red Dress Run
TAGGED:obatpelayanan kesehatanpharma city
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Daerah

Dari Jawa Tengah, 12 Provinsi ini Berkolaborasi Siapkan Strategi Menopang Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Estu Aprilio
Estu Aprilio
11 Mei 2026
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Sambut Tiga Kelurahan Jadi Pilot Project Kampung REDAM
Jelang MTQ Nasional, Semarang Siapkan Venue dan Gerakkan Warga
Juara 1 Investment Challenge 2026, Wali Kota Semarang Dorong Logistic Hub Terboyo Gerakkan Ekonomi
Hadiri Pelantikan Pengurus ISEI Semarang, Wali Kota Agustina Dorong Sinergi Lewat Program “Waras Ekonomi”
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
Suara Jateng adalah media independen tentang berita terkini seputar Jawa Tengah.
  • Kantor dan Redaksi
  • Pedoman Kebijakan dan Privasi
  • Pedoman Media Saiber
  • Kantor dan Redaksi
  • Pedoman Kebijakan dan Privasi
  • Pedoman Media Saiber
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?