By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
SUARA JATENGSUARA JATENGSUARA JATENG
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Semarang
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Nasional
  • Hukum Kriminal
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Politik
  • Olahraga
Reading: Semarang Zoo Ubah Pola Perawatan Satwa saat Cuaca Panas
Share
Font ResizerAa
SUARA JATENGSUARA JATENG
  • Semarang
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Nasional
  • Hukum Kriminal
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Politik
  • Olahraga
Search
  • Semarang
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Nasional
  • Hukum Kriminal
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Politik
  • Olahraga
Have an existing account? Sign In
Follow US
Semarang

Semarang Zoo Ubah Pola Perawatan Satwa saat Cuaca Panas

Estu Aprilio
Last updated: 7 Oktober 2026 7:51 pm
Estu Aprilio
Published: 7 Oktober 2026
Share
SHARE

suarajateng.com (SEMARANG) – Cuaca panas ekstrem yang melanda Kota Semarang membuat pengelola Semarang Zoo harus memberikan perhatian ekstra terhadap kondisi satwa koleksi mereka.

Contents
Gajah Dipasang Sprinkler, Animal Show DikurangiSemarang Zoo Tambah VegetasiSiapkan Kandang Adaptif Cuaca

Berbagai langkah dilakukan untuk menjaga satwa tetap nyaman dan mencegah gangguan kesehatan akibat paparan suhu panas. Salah satunya dengan menyesuaikan pola pemberian pakan sesuai jenis satwa.

Satwa primata mendapatkan buah beku, sedangkan hewan karnivora diberi daging beku. Sementara itu, es batu juga dimasukkan ke tempat minum satwa herbivora untuk membantu menjaga suhu tubuh mereka.

Direktur Taman Satwa Semarang, Bimo Wahyu Widodo, mengatakan pemantauan kondisi satwa dilakukan secara manual dengan mengamati pola perilaku masing-masing hewan di dalam kandang.

Menurutnya, kemampuan satwa dalam mentoleransi peningkatan suhu berbeda-beda tergantung spesies. Namun hingga saat ini belum ditemukan adanya penurunan nafsu makan pada satwa di Semarang Zoo.

“Kalau nafsu makan turun belum ada, untuk cuaca ekstrem ini kita memberikan air minum kepada satwa yang diganti setiap tiga jam agar air minum tidak panas karena terkena sinar matahari,” katanya.

Gajah Dipasang Sprinkler, Animal Show Dikurangi

Selain penyesuaian pakan dan minuman, perlakuan khusus juga diberikan kepada satwa yang lebih rentan terhadap suhu panas.

Kandang gajah dilengkapi sprinkler atau shower air yang dinyalakan pada siang hari. Area kandang juga disemprot air secara berkala untuk membantu menurunkan suhu lingkungan.

Pengelola juga mengurangi jadwal animal show pada siang hari. Langkah tersebut dilakukan untuk menghindari aktivitas berlebihan yang dapat meningkatkan risiko heat stroke pada satwa.

“Untuk jadwal animal show juga dikurangi untuk mencegah aktivitas berlebih satwa pada siang hari dan mencegah terjadinya heat stroke,” jelas Bimo.

Burung yang rentan terhadap cuaca panas juga mendapatkan perlakuan khusus. Petugas memandikan atau menyemprot burung secara berkala untuk mengurangi dampak suhu tinggi di dalam kandang.

Bimo menambahkan, deteksi dini terhadap kemungkinan heat stroke juga dilakukan dengan mengamati perubahan perilaku satwa.

Apabila satwa terlihat lebih sering diam atau menunjukkan frekuensi napas yang lebih cepat, petugas akan segera memberikan tindakan untuk mencegah kondisi tersebut semakin parah.

Semarang Zoo Tambah Vegetasi

Upaya menghadapi cuaca ekstrem tidak hanya dilakukan melalui pemberian pakan dan perawatan satwa.

Pengelola Semarang Zoo juga terus melakukan penataan lingkungan dan vegetasi di area satwa. Pohon yang ada dirapikan dan pohon baru ditanam untuk menambah area teduh.

“Penataan lingkungan dan vegetasi terus kami lakukan, termasuk merapikan pohon dan menanam pohon baru di area satwa,” ujar Bimo.

Selain untuk satwa, sejumlah fasilitas bagi pengunjung juga ditambah. Di antaranya taman, meja dan kursi di area primata, serta kereta mini dan ATV untuk memudahkan pengunjung berkeliling.

Siapkan Kandang Adaptif Cuaca

Dalam jangka panjang, Semarang Zoo juga menyiapkan konsep kandang yang lebih adaptif terhadap perubahan cuaca.

Bimo mengatakan setiap satwa direncanakan memiliki kandang tidur tertutup. Fasilitas tersebut nantinya dapat menjadi tempat berlindung ketika suhu terlalu panas maupun saat hujan.

“Kandang tidur tertutup diharapkan bisa menjadi tempat satwa berlindung ketika kondisi panas ataupun hujan, sehingga satwa tidak terpapar langsung dengan cuaca di lingkungan,” pungkasnya.(**)

You Might Also Like

Ahmad Luthfi: Stasiun Tawang Bukan Sekadar Sarana Transportasi, Tapi Juga Warisan Sejarah
Desa Wisata Semarang Naik Kelas, Bidik Pasar Wisatawan Mancanegara
Angin Kencang dan Suhu Dingin Melanda Semarang, Ini Penjelasan BMKG
Hotel hingga Rumah Sakit di Semarang Dikenalkan Teknologi HVAC dan VRF Terbaru
Percepat Pelayanan Publik, Wali Kota Agustina Rotasi 47 Pejabat Pemkot Semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Semarang

Antisipasi Kebutuhan Lahan Makam, Pemkot Semarang Tata TPU dan Dorong Pengembang Serahkan PSU

Estu Aprilio
Estu Aprilio
8 Agustus 2026
Layers of Living di Artotel Gajahmada Semarang Bawa Karya Dua Seniman
Pemkot Semarang Pastikan Penghunian Rusunawa Sesuai Aturan dan Tepat Sasaran
Tak Perlu Modal Besar, Investasi Emas Kini Bisa Dimulai dari Rp10 Ribu
Kado Pemkot Semarang Buat Warga, Tukar Botol Dapat Lumpia
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
Suara Jateng adalah media independen tentang berita terkini seputar Jawa Tengah.
  • Kantor dan Redaksi
  • Pedoman Kebijakan dan Privasi
  • Pedoman Media Saiber
  • Kantor dan Redaksi
  • Pedoman Kebijakan dan Privasi
  • Pedoman Media Saiber
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?