suarajateng.com (Semarang) – Dinas Kesehatan Kota Semarang melaksanakan program scaling gigi gratis di 40 puskesmas dan dua RSUD, yakni RSUD Wongsonegoro dan RSUD Mijen.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Moh Abdul Hakam mengatakan program scaling gigi gratis ini berlangsung pada 13 – 18 April 2026, kemudian dilanjutkan selama sepekan pada awal Mei 2026. Scaling sendiri merupakan pembersihan plak dan karang gigi.
Setiap harinya ada lima kuota untuk scaling gratis di tiap puskesmas dan RSUD. Untuk bisa mendapatkan fasilitas tersebut, masyarakat bisa melakukan pendaftaran terlebih dahulu melalui online.
“Yang mau scaling gigi bisa mendaftar lewat WA ke puskesmas, dan minimal 1 tahun dari scaling terakhir,” kata Hakam, Selasa, 14 April 2026.
Selain scaling gratis, Dinas Kesehatan juga membuka pemeriksaan leher rahim gratis dengan metode HPVDNA. Metode HPVDNA ini cukup sensitif sehingga jika memang ada peradangan atau kelainan pada serviks atau leher rahim maka bisa segera dilakukan tindakan lanjutan..
Progam pemeriksaan leher rahim ini ditargetkan untuk 10 ribu perempuan yang bisa dikakukan di seluruh puskemas di Kota Semarang.
“Syaratnya, adalah perempuan yang sudah pernah melakukan hubungan seksual. Jadi kalau hasilnya positif bisa langsung ditindaklanjuti di puskesmas atau dirujuk ke rumah sakit,” jelas Hakam.
Hakam mengatakan agar para perempuan yang mengikuti pemeriksaan leher rahim tidak perlu khawatir jika hasilnya positif. Pasalnya, hasil positif belum tentu ada keganasan penyakit. Bisa saja hanya peradangan yang bisa diobati dengan antiradang.
“Ini jadi screening awal bagi ibu-ibu untuk mengurangi angka kanker leher rahim di Kota Semarang. Jadi ibu-ibu bisa ikut Cek Kesehatan Gratis lalu sekalian bisa minta dilakukan pemeriksaan leher rahim denagn HPVDNA,” tuturnya.
Hakam mengakui, kasus kanker leher rahim atau kanker serviks di Kota Semarang memang tidak banyak. Hanya saja pada 2025, Kota Semarang menjadi proyek percontohan untuk pemeriksaan menggunakan metode HPVDNA.
“Kejadian kanker bagi perempuan paling banyak adalah kanker payudara, lalu kanker serviks. Kalau skrining lebih awal maka ketahuan pada stadium awal dan bisa dicegah dengan kemoterapi tanpa harus radioterapi,” terangnya.
Dinas Kesehatan juga melakukan pemberian vaksin HPV bagi anak SD dan SMP yang sudah berjalan dua tahun terkahir, guna mencegah kanker leher rahim sejak dini.
Selain itu, Dinas Keeehatan juga melakukan skrining tuberculosis (TB) menggunakan X Ray Portabel di enam puskesmas yaknk di Ngaliyan, Gunungpati, Lebdosari, Bandarharjo, Bangetayu, dan Kedungmundu.
“Jadi enam puskesmas ini khusus deteksi TB karena kasus TB banyak yang tidak bergejala, tiba-tiba berat badan turun, harus dilakukan skrining,” pungkasnya.


