By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
SUARA JATENGSUARA JATENGSUARA JATENG
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Semarang
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Nasional
  • Hukum Kriminal
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Politik
  • Olahraga
Reading: Wali Kota Semarang Minta Evaluasi Tata Kelola PKK, Beban Kader Akan Dikurangi
Share
Font ResizerAa
SUARA JATENGSUARA JATENG
  • Semarang
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Nasional
  • Hukum Kriminal
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Politik
  • Olahraga
Search
  • Semarang
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Nasional
  • Hukum Kriminal
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Politik
  • Olahraga
Have an existing account? Sign In
Follow US
Semarang

Wali Kota Semarang Minta Evaluasi Tata Kelola PKK, Beban Kader Akan Dikurangi

Estu Aprilio
Last updated: 24 Oktober 2026 7:43 pm
Estu Aprilio
Published: 24 Oktober 2026
Share
SHARE

suarajateng.com (SEMARANG) — Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menginstruksikan evaluasi menyeluruh terhadap kegiatan dan tata kelola Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Semarang. Langkah ini merupakan respons Pemerintah Kota Semarang terhadap petisi yang menyoroti beban kerja kader PKK di tingkat kelurahan, rukun warga (RW), hingga rukun tetangga (RT).

Contents
Pilah Sampah dan Pengumpulan Minyak Jelantah Ditata UlangSeragam Rutin Tidak Lagi Diwajibkan, Denda DilarangPengelolaan JKN dan Posyandu DiperjelasPemkot Semarang Ingin Kader Lebih Fokus pada Pemberdayaan

Agustina meminta Ketua TP PKK Kota Semarang, Lies Iswar Aminuddin, menata kembali pelaksanaan kegiatan agar sejalan dengan prinsip dasar PKK sebagai gerakan pemberdayaan masyarakat yang bersifat sukarela dan berpedoman pada 10 Program Pokok PKK.

Pemkot Semarang juga menugaskan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Semarang, Pranyoto, untuk memantau kondisi di lapangan sekaligus mengawal proses evaluasi.

Pemerintah kota mengapresiasi masukan yang disampaikan para kader. Evaluasi tersebut diharapkan dapat mengurangi beban kegiatan yang dinilai memberatkan serta mengembalikan semangat gotong royong dalam pemberdayaan keluarga.

Pilah Sampah dan Pengumpulan Minyak Jelantah Ditata Ulang

Salah satu aspek yang dievaluasi adalah pelaksanaan Gerakan Pilah Sampah dari Rumah. Program tersebut akan disederhanakan dan disesuaikan dengan Surat Edaran Wali Kota Semarang.

Sementara itu, pengumpulan minyak jelantah dari rumah ke rumah tidak menjadi tugas kader PKK. Pranyoto meminta agar kegiatan tersebut dilakukan oleh mitra resmi yang telah memiliki nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dengan TP PKK.

Penataan ini ditujukan untuk memperjelas pembagian tugas antara kader dan mitra pelaksana, sehingga kegiatan tidak menambah beban kerja sukarela para kader di lingkungan masyarakat.

Kebijakan juga diberlakukan terhadap kegiatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Program tersebut tetap berbasis rumah tangga, sehingga tidak harus dipusatkan di kantor kelurahan. Pembuatan taman TOGA komunal pun tidak diwajibkan.

Seragam Rutin Tidak Lagi Diwajibkan, Denda Dilarang

Evaluasi tata kelola TP PKK Kota Semarang turut mencakup aturan penggunaan seragam. Seragam tidak lagi diwajibkan dalam pertemuan rutin dan hanya digunakan pada kegiatan resmi, seperti pelantikan, Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK, atau kunjungan resmi.

Selain itu, segala bentuk sanksi denda terhadap kader PKK dilarang diterapkan. TP PKK juga diminta menyederhanakan administrasi pelaporan agar kader dapat lebih berfokus pada kegiatan pemberdayaan masyarakat.

Peninjauan struktur kepengurusan menjadi bagian lain dari evaluasi. Struktur organisasi diharapkan mencerminkan karakter PKK sebagai gerakan sosial yang tumbuh dari partisipasi sukarela masyarakat.

Pengelolaan JKN dan Posyandu Diperjelas

Dalam pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Pemkot Semarang menegaskan bahwa pengelolaannya berada di bawah kewenangan BPJS Kesehatan, bukan pemerintah kota.

Apabila kader PKK turut membantu pelaksanaan kegiatan JKN, Pranyoto menyatakan akan memastikan BPJS Kesehatan memberikan imbal jasa sesuai ketentuan yang berlaku.

Adapun kerja sama dalam kegiatan Posyandu antara Dinas Kesehatan Kota Semarang dan TP PKK tetap dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif. Hal ini mengingat Posyandu merupakan Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan (LKK) yang memiliki kedudukan setara.

Pemkot Semarang Ingin Kader Lebih Fokus pada Pemberdayaan

Melalui evaluasi pola kerja sama antara TP PKK dan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), Pemkot Semarang berharap tercipta lingkungan kerja yang lebih kondusif bagi kader di lapangan.

Penataan tersebut diarahkan untuk mengurangi beban administratif dan kegiatan yang berpotensi memberatkan, sekaligus memperjelas tanggung jawab masing-masing pihak dalam menjalankan program.

Dengan demikian, PKK diharapkan dapat kembali menjalankan peran utamanya dalam pemberdayaan keluarga, memperkuat gotong royong, dan mendorong partisipasi masyarakat tanpa membebani kader yang menjalankan kegiatan secara sukarela.(**)

You Might Also Like

Wali Kota Semarang Agustina Larut dalam Semangat Budaya dan Kebersamaan Warga
Ini Detail Pekerjaan Rehabilitasi GOR Tri Lomba Juang
Kota Semarang Raih Juara Umum Peparpeda Jateng 2026
Bandara Ahmad Yani Hadirkan Edukasi Keselamatan Penerbangan untuk Siswa SDN Tambakharjo
Jelang HUT ke-115, PDAM Tirta Moedal Semarang Gelar Khitan Gratis untuk 115 Anak
TAGGED:Agustina WilujengDP3A Kota SemarangLies Iswar AminuddinpetisiTP PKK Kota SemarangWali Kota Semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Uncategorized

Business Casual: The Definitive Guide for Women To Be Stylish At Work

Estu Aprilio
Estu Aprilio
2 Agustus 2021
Minat Naik Kereta Meningkat, KAI Daop 4 Semarang Melayani 10,91 Juta Pelanggan
Master MG300 Wireless Gaming Headset Review
Raih Podium Perdana di Motegi, Pebalap Muda Indonesia Badly Ayatullah Kibarkan Merah Putih di IM4AC 2026
Aplikasi SDG’s Pemkot Semarang Tembus 5.000 Unduhan, Ini Fitur yang Bisa Diakses Warga
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
Suara Jateng adalah media independen tentang berita terkini seputar Jawa Tengah.
  • Kantor dan Redaksi
  • Pedoman Kebijakan dan Privasi
  • Pedoman Media Saiber
  • Kantor dan Redaksi
  • Pedoman Kebijakan dan Privasi
  • Pedoman Media Saiber
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?