Suarajateng.com (Semarang) – Halte BRT Semarang Zoo yang saat ini tidak aktif banyak dikeluhkan oleh masyarakat, terutama wisatawan asal Kota Semarang yang akan berkunjung ke Kebun Binatang Semarang atau Semarang Zoo.
Letaknya yang strategis yakni tepat di depan Semarang Zoo membuat pengunjung kebun binatang lebih mudah menjangkaunya. Namun saat ini halte BRT tersebut dinonaktifkan.
Kepala BLU Trans Semarang Haris Setyo Yunanto buka suara dan beberkan sejumlah alasan penonaktifan halte BRT yang berada di ujung barat Kota Semarang tersebut.
Haris mengatakan ketika halte BRT Semarang Zoo diaktifkan justru membuat ekosistem baru dari paguyuban angkot eksisting yang menjadikan halte tersebut sebagai terminal bayangan. Akibatnya, angkot-angkot ini tidak masuk ke Terminal Mangkang.
“Pada saat itu justru menjadi halte bayangan terminal Mangkang jadi yang dari Semarang mau ke arah Kendal, Kaliwungu yang seharusnya mereka transit di terminal Mangkang, mereka turun semua di halte Semarang Zoo. Ini membuat ekosistem angkot eksisting ngetem di seputaran halte Semarang Zoo yang seharusnya mereka masuk di terminal Mangkang,” kata Haris, Sabtu, 11 April 2026.
Kemudian, alasan lain penonaktifan halte BRT karena dulu sebel ada exit tol Kaliwungu, kendaraan dari arah kota yang akan masuk ke Terminal Mangkang lebih mudah untuk putar balik.
Namun semenjak adanya exit tol Kaliwungu, sesuai dengan kajian keselamatan lalu lintas berkendara memiliki potensi yang membahayakan kendaraan, mengingat saat ini jalur tersebut menjadi jalur utama mobilisasi kendaraan umum.
“Jadi kalau memang harus diaktifkan, alternatifnya kami (Trans Semarang) harus muter dulu lurus sampai Kaliwungu. Kalau muter akan ada tambahan anggaran karena jarak tempuh semakin panjang harus sampai lingkar Kaliwungu, ini jadi pertimbangan kami,” tuturnya.
Sementara itu, untuk mengakomodir wisatawan Semarang Zoo yang turun di Terminal Mangkang, pihaknya berencana akan melakukan kolaborasi dengan Semarang Zoo untuk menyediakan angkutan khusus bagi wisatawan.
“Kami ini sudah ada komunikasi dengan Semarang Zoo berkaitan dengan pengadaan transportasi khusus dari terminal Mangkang ke Semarang Zoo. Ada inovasi dari pihak Semarang Zoo tapi memang sampai hari ini belum ditindaklanjuti,” jelasnya.
Selain itu, Trans Semarang berencana melakukan kerjasama dengan Semarang Zoo, yakni adanya diskon tiket masuk Semarang Zoo bagi pengunjung yang sudah rutin menggunakan BRT Trans Semarang.
“Jadi khusus penumpang BRT yang sudah melakukan perjalanan 10 kali misalnya nanti dapat diskon untuk masuk Semarang Zoo. Jadi dua rencana ini masih kita lakukan pembahasan dengan Semarang Zoo,” terangnya.
Disinggung tentang rencana ke depan apakah Halte BRT Semarang Zoo akan bisa difungsikan kembali, Haris mengatakan harus ada pengkajian ulang agar pengaktifan kembali halte bisa tepat sasaran.
“Kami akan kaji dulu kalau rencana pengaktifan. Kami tidak mau gegabah ambil kebijakan, karena khawatir nanti justru tidak dapat semua dan rugi semua,” tandasnya.