suarajateng.com (Semarang) – PT Kereta Api Pariwisata (KAI Wisata) melalui Management Lawang Sewu menggelar pertemuan dengan komunitas pecinta kucing (cat lovers). Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana terbuka dan penuh semangat kolaborasi.
Kehadiran komunitas cat lovers ini menunjukkan kepedulian masyarakat yang tinggi terhadap kesejahteraan hewan, khususnya kucing-kucing yang telah lama menjadi bagian dari kawasan Lawang Sewu dan menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.
Kucing-kucing yang hidup di kawasan heritage ini bukan sekadar penghuni, melainkan telah menjadi bagian dari ekosistem dan pesona Lawang Sewu yang memberikan nuansa hangat dan humanis bagi setiap pengunjung yang datang.
KAI Wisata sebagai pengelola selalu menjaga keberadaan kucing-kucing tersebut dengan penuh perhatian dan tanggung jawab, serta memastikan bahwa kesejahteraan mereka tetap terjaga dengan baik.
Dalam pertemuan tersebut, Management Lawang Sewu menegaskan bahwa tidak pernah ada ultimatum terkait pembuangan kucing dari kawasan Lawang Sewu. Management juga membantah informasi yang beredar mengenai pemecatan petugas terkait isu tersebut.
Penegasan ini penting untuk meluruskan berbagai informasi yang tidak akurat yang telah beredar di masyarakat, sehingga masyarakat dapat memperoleh pemahaman yang benar mengenai sikap dan kebijakan KAI Wisata yang sangat peduli terhadap keberadaan kucing di kawasan Lawang Sewu.
“Kami sangat mengapresiasi perhatian dan dukungan dari komunitas cat lovers. Lawang Sewu sebagai kawasan heritage berkomitmen menjaga keharmonisan antara pelestarian bangunan bersejarah dengan keberadaan kucing yang telah menjadi bagian dari daya tarik unik dan humanis bagi pengunjung. PT Kereta Api Pariwisata sangat peduli dengan keberadaan kucing di wilayah Lawang Sewu dan kami akan terus memastikan kesejahteraan mereka terjaga,” kata Manager of Asset Operation PT Kereta Api Pariwisata, Moedji Setiono, Senin, 18 Mei 2026.
Melalui komunikasi yang baik, Management Lawang Sewu dan komunitas cat lovers sepakat untuk membangun sinergi positif dalam menjaga keberadaan kucing-kucing di kawasan Lawang Sewu agar tetap sehat, terawat, dan nyaman.
Banyak pengunjung yang bahkan secara khusus datang untuk berinteraksi dengan kucing-kucing di Lawang Sewu, sehingga keberadaan mereka menjadi nilai tambah yang tidak terpisahkan dari pengalaman berkunjung ke kawasan heritage ini.
Sebagai bentuk komitmen kolaborasi, dalam waktu dekat kedua belah pihak berencana menyelenggarakan berbagai kegiatan positif, di antaranya event edukasi dan kontes kucing.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sarana hiburan, edukasi, serta meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kesejahteraan hewan. Event edukasi akan menghadirkan materi tentang cara merawat kucing dengan baik, pemahaman mengenai kesehatan hewan, serta pentingnya sterilisasi untuk pengendalian populasi kucing secara bertanggung jawab.
Sementara itu, kontes kucing diharapkan dapat menjadi ajang yang menyenangkan sekaligus meningkatkan awareness masyarakat terhadap kesejahteraan hewan secara lebih luas.
“Kami melihat potensi besar dalam kolaborasi ini. Kucing-kucing di Lawang Sewu bukan hanya penghuni, tetapi telah menjadi bagian dari identitas dan pesona kawasan ini. kami yakin keberadaan kucing dapat dikelola dengan lebih baik, tetap sehat dan terawat, tanpa mengganggu pelestarian bangunan heritage yang menjadi tanggung jawab kami,” kata dia.
Kolaborasi ini juga menjadi contoh nyata bahwa isu-isu terkait keberadaan hewan di kawasan publik dapat diselesaikan melalui dialog yang konstruktif dan kerja sama yang positif, tanpa perlu langkah-langkah yang merugikan pihak manapun.
“Ke depannya, Management Lawang Sewu akan selalu membuka ruang komunikasi dengan komunitas cat lovers dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan kawasan yang ramah hewan, nyaman bagi pengunjung, dan tetap menjaga kelestarian nilai sejarah Lawang Sewu,” tutupnya.