By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
SUARA JATENGSUARA JATENGSUARA JATENG
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Semarang
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Nasional
  • Hukum Kriminal
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Politik
  • Olahraga
Reading: Desa Wisata Semarang Naik Kelas, Bidik Pasar Wisatawan Mancanegara
Share
Font ResizerAa
SUARA JATENGSUARA JATENG
  • Semarang
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Nasional
  • Hukum Kriminal
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Politik
  • Olahraga
Search
  • Semarang
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Nasional
  • Hukum Kriminal
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Politik
  • Olahraga
Have an existing account? Sign In
Follow US
Semarang

Desa Wisata Semarang Naik Kelas, Bidik Pasar Wisatawan Mancanegara

Estu Aprilio
Last updated: 13 Juli 2026 7:49 am
Estu Aprilio
Published: 11 Juli 2026
Share
SHARE

suarajateng.com (Semarang) – Pemerintah Kota Semarang terus memperkuat pengembangan desa wisata sebagai salah satu motor penggerak pariwisata daerah. Selain meningkatkan kualitas pengelolaan dan sumber daya manusia, Pemkot juga menargetkan lahirnya 10 desa wisata mandiri yang mampu menarik wisatawan domestik hingga mancanegara.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Indriyasari, mengatakan saat ini terdapat 13 desa wisata yang telah dikembangkan. Potensi yang dimiliki masing-masing desa dinilai semakin kompetitif dan mulai mendapat perhatian wisatawan asing.

“Dalam waktu dekat akan ada rombongan dari Perancis yang terdiri atas sejumlah penulis untuk tinggal beberapa hari di desa wisata. Ini menunjukkan desa wisata di Kota Semarang mulai dikenal di tingkat internasional,” kata Indriyasari saat ditemui pada Festival Desa Wisata (Deswita Fest) 2026 di Bumi Perkemahan Harda Walika, Jatirejo, Gunungpati, Sabtu (11/7/2026).

Menurutnya, Desa Wisata Kandri hingga kini masih menjadi destinasi dengan jumlah kunjungan tertinggi. Keberhasilan Kandri menjadi model yang akan direplikasi ke desa wisata lainnya.

“Kami ingin menghadirkan desa wisata baru yang berkembang seperti Kandri sehingga pilihan destinasi wisata di Kota Semarang semakin beragam,” ujarnya.

Dalam Deswita Fest 2026, sebanyak 11 desa wisata menampilkan potensi terbaiknya, mulai dari seni budaya, produk UMKM, hingga kuliner khas. Kegiatan tersebut menjadi ajang promosi sekaligus memperkenalkan kekayaan desa wisata kepada masyarakat.

Meski jumlah desa wisata terus bertambah, baru satu desa yang tercatat secara lengkap dalam sistem Kementerian Pariwisata. Karena itu, Disbudpar Kota Semarang tengah melengkapi berbagai persyaratan administrasi, seperti video profil, atraksi wisata, dan narasi atau storytelling destinasi.

Sebagai bagian dari penguatan layanan wisata, Pemerintah Kota Semarang juga akan membangun Tourism Information Centre (TIC) di Kelurahan Jatirejo. Kawasan tersebut dipersiapkan menjadi desa wisata dengan konsep ramah muslim.

Indriyasari berharap dalam beberapa tahun ke depan akan lahir sedikitnya 10 desa wisata baru yang mampu berkembang secara mandiri dan berkelanjutan.

Sementara itu, Asisten Administrasi Umum Setda Kota Semarang, Wing Wiyarso Poespojoedho, menilai pengembangan desa wisata tidak hanya bertujuan meningkatkan kunjungan wisatawan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Menurutnya, pertumbuhan desa wisata akan mendorong berkembangnya UMKM, kuliner lokal, hingga usaha kreatif masyarakat yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan kesejahteraan warga.

Pemkot Semarang, lanjut Wing, juga tengah mengidentifikasi sejumlah kawasan potensial, termasuk wilayah pesisir utara yang diproyeksikan menjadi desa wisata baru. Pengembangannya akan didukung melalui peningkatan infrastruktur, fasilitas pendukung, serta sinergi dengan organisasi perangkat daerah terkait.

Selain itu, program Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) sebesar Rp25 juta per tahun untuk RT/RW diharapkan dapat menjadi stimulus bagi masyarakat dalam mengembangkan potensi wisata di lingkungan masing-masing.

Antusiasme masyarakat terhadap Deswita Fest 2026 terlihat sejak pagi hingga siang hari. Ribuan pengunjung memadati area festival untuk menikmati pertunjukan seni sekaligus mengunjungi stan desa wisata.

Salah satu yang mencuri perhatian adalah stan Desa Wisata Jatirejo yang menghadirkan beragam olahan kolang-kaling, mulai dari kerupuk hingga minuman segar. Desa ini juga menawarkan wisata edukasi melalui Kampung Kokolaka yang mengajak pengunjung belajar pertanian dan pengolahan hasil alam sebagai bagian dari pengalaman wisata.(**)

You Might Also Like

Dinas Kesehatan Adakan Program Scaling Gigi dan Pemeriksaan Leher Rahim Gratis
Kolaborasi PDAM Tirta Moedal, Bank Jateng dan Water.org Permudah Akses Kredit Produktif
Pemkot Semarang Pastikan Layanan Damkar Tetap Optimal
Akrab! Wali Kota Semarang Sapa Warga di Sela Perayaan HUT RI
DLH Tegaskan Pembayaran Retribusi Sampah dengan Non Tunai
TAGGED:desa wisatasemarang
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
EkonomiLifestyleSemarang

adidas Buka Store Terbesar dengan Sentuhan Khas Semarang

Estu Aprilio
Estu Aprilio
27 Mei 2026
Can We Recreate Dinosaurs from Their DNA?
Pemkot Semarang Raih Dua Penghargaan Hukum, Jadi Bukti Komitmen Tata Kelola
Ini Rekayasa Lalu Lintas Selama Penutupan Jalan Gombel Lama
Pemprov Jateng Terjunkan 16 Personel dan Ribuan Paket Logistik, Bantu Korban Gempa NTT
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
Suara Jateng adalah media independen tentang berita terkini seputar Jawa Tengah.
  • Kantor dan Redaksi
  • Pedoman Kebijakan dan Privasi
  • Pedoman Media Saiber
  • Kantor dan Redaksi
  • Pedoman Kebijakan dan Privasi
  • Pedoman Media Saiber
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?