suarajateng.com (SEMARANG) – Pemerintah Kota Semarang langsung mengambil langkah penanganan setelah kebakaran melanda kawasan Asrama Polisi (Aspol) Semarang Utara di Jalan Letjen Suprapto, Sabtu (5/9/2026).
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti turun langsung menemui warga terdampak untuk memastikan kebutuhan dasar mereka tetap terpenuhi setelah kehilangan tempat tinggal.
Kebakaran tersebut menghanguskan belasan rumah dinas yang ditempati 12 Kepala Keluarga (KK). Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, namun warga harus menghadapi kerugian materiil dan kondisi darurat pascakebakaran.
Agustina mengatakan, kebutuhan warga menjadi prioritas penanganan pemerintah pada tahap awal. Bantuan makanan, pakaian, hingga perlengkapan sehari-hari disiapkan agar warga dapat menjalani masa pemulihan dengan lebih baik.
“Musibah ini tentu membawa keprihatinan bagi kita semua. Yang paling penting saat ini adalah memastikan seluruh warga terdampak, terutama anak-anak, terpenuhi kebutuhan dasarnya,” ujar Agustina.
Pemkot Semarang kemudian mengoordinasikan sejumlah perangkat daerah untuk menyalurkan bantuan. Dinas Sosial dan Dinas Ketahanan Pangan bekerja bersama jajaran Kecamatan Semarang Utara serta Kecamatan Semarang Tengah.
Bantuan yang diberikan mencakup konsumsi harian, beras, telur, sayur-mayur, paket sandang, serta perlengkapan mandi. Pemerintah juga memberikan perhatian khusus kepada anak-anak dengan menyiapkan susu, cokelat dan roti kering sebagai tambahan asupan.
Penanganan warga tidak hanya dilakukan Pemkot Semarang. Polrestabes Semarang turut memberikan dukungan berupa peralatan dapur, sementara LPMK setempat ikut membantu memenuhi kebutuhan warga.
Agustina menilai dukungan lintas pihak menjadi bagian penting dalam proses pemulihan. Menurutnya, warga yang terdampak membutuhkan pendampingan dan dukungan bersama agar dapat kembali menjalani aktivitas secara bertahap.
“Kami hadir mendampingi warga sampai kondisi mereka kembali stabil. Bantuan dari berbagai pihak ini merupakan wujud gotong royong agar saudara-saudara kita di sini merasa tidak sendiri,” pungkas Agustina.(**)


