suarajateng.com (SEMARANG) — Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menitipkan doa untuk Kota Semarang kepada 108 peserta Program Perjalanan Keagamaan Tahap 1 Tahun Anggaran 2026 yang berangkat dari Balai Kota Semarang, Selasa (29/9). Ia juga berpesan agar para peserta menjaga kesehatan dan membawa nama baik Kota Semarang selama menjalankan perjalanan keagamaan di negara tujuan.
Peserta tahap pertama berasal dari lima agama. Sebanyak 78 peserta beragama Islam akan menunaikan ibadah umrah. Sementara itu, 15 peserta Katolik dan 10 peserta Kristen dijadwalkan melakukan perjalanan religi ke tujuh gereja di Turki. Adapun tiga peserta Hindu dan dua peserta Buddha akan melakukan perjalanan ke India.
Program tersebut menyasar tokoh agama, pendidik keagamaan, pengurus rumah ibadah, hingga generasi muda berprestasi pemenang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Jawa Tengah 2025. Program ini memiliki payung hukum Peraturan Wali Kota Semarang Nomor 59 Tahun 2024 tentang Bantuan Biaya Perjalanan Keagamaan.
Pada 2026, program memfasilitasi 215 paket dengan total anggaran Rp7,74 miliar, meningkat dibandingkan 2025 yang mencatat 151 paket dengan anggaran Rp3,54 miliar. Sebanyak 107 peserta lainnya akan diberangkatkan pada Tahap 2 yang dijadwalkan berlangsung pada akhir 2026.
“Nomor satu tetap jaga kesehatan dan fisik karena kalau sakit itu perjalanan tidak bisa dinikmati. Pesan yang kedua adalah saya ingin Bapak Ibu menjaga nama baik Kota Semarang. Tunjukkan keramahan dan keindahan akhlak warga Semarang di mana pun Bapak Ibu berada,” jelas Agustina.
Salah seorang peserta, Made Yeni, warga Kota Semarang yang beragama Hindu, menyambut baik kesempatan tersebut. Menurutnya, fasilitasi perjalanan keagamaan bagi umat dari berbagai agama memberikan kesempatan yang sama untuk menjalankan ibadah.
“Sangat menyenangkan ya, kita di sini umat Hindu dan umat lainnya diberi kesempatan yang sama untuk melakukan perjalanan ibadah. Ini menunjukkan betapa pemerintah daerah sangat memperhatikan seluruh umat beragama. Semoga ke depannya semakin banyak kesempatan menjalankan ibadah keagamaan yang difasilitasi,” ungkap Made Yeni.
Menjelang keberangkatan, Agustina juga meminta para peserta menyempatkan diri mendoakan Kota Semarang ketika berada di tempat-tempat yang dianggap mulia dan penuh rahmat.
“Dan yang terakhir saya mohon titip doa untuk Kota Semarang di tempat-tempat yang mulia, di tempat-tempat yang penuh dengan rahmat. Selipkan doa agar Kota Semarang senantiasa aman, dilindungi dari musibah, dan seluruh warganya semakin sejahtera dan bahagia,” tandasnya.(**)


