By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
SUARA JATENGSUARA JATENGSUARA JATENG
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Semarang
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Nasional
  • Hukum Kriminal
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Politik
  • Olahraga
Reading: BNNP Jateng–Pemkot Semarang Ajak Generasi Muda Jadi Garda Depan Lawan Narkoba
Share
Font ResizerAa
SUARA JATENGSUARA JATENG
  • Semarang
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Nasional
  • Hukum Kriminal
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Politik
  • Olahraga
Search
  • Semarang
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Nasional
  • Hukum Kriminal
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Politik
  • Olahraga
Have an existing account? Sign In
Follow US
Semarang

BNNP Jateng–Pemkot Semarang Ajak Generasi Muda Jadi Garda Depan Lawan Narkoba

Estu Aprilio
Last updated: 26 Juli 2026 8:15 pm
Estu Aprilio
Published: 26 Juli 2026
Share
SHARE

suarajateng.com (Semarang) – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah bersama Pemerintah Kota Semarang memperkuat komitmen melindungi anak dan generasi muda dari ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika melalui Gerakan ANANDA BERSINAR (Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak Bersih Narkoba).

Komitmen tersebut digaungkan dalam Jalan Sehat HANI 2026 bertajuk “One Step Against Drugs: Melangkah Bersama untuk Indonesia Bersinar” yang digelar di halaman Kantor BNN Provinsi Jawa Tengah, Jalan Madukoro Blok BB, Semarang, Minggu (26/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026 yang mengangkat tema “Membangun Generasi Sehat, Cerdas, dan Kuat melalui Gerakan ANANDA BERSINAR Menuju Indonesia Emas 2045.”

Jalan sehat melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari pelajar, PKK, penggiat dan relawan antinarkoba, lembaga swadaya masyarakat, Forkopimda, instansi pemerintah, hingga masyarakat Kota Semarang. Selain jalan sehat, kegiatan juga diisi dengan senam, hiburan, dan kampanye hidup sehat tanpa narkoba.

Kepala BNN Provinsi Jawa Tengah Brigjen Pol. Dr. H. Agus Rohmat, S.I.K., S.H., M.Hum. menegaskan bahwa peringatan HANI tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial tahunan, tetapi harus menjadi momentum membangun gerakan bersama untuk melindungi generasi muda. Menurutnya, ancaman narkotika terhadap anak dan remaja harus dihadapi sedini mungkin. Pencegahan tidak boleh baru dilakukan ketika seseorang telah menjadi korban.

“Ketika seorang anak terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika, yang terancam bukan hanya kesehatannya. Pendidikan, cita-cita, dan masa depannya ikut terancam. Pada akhirnya, keluarga dan masa depan bangsa juga terdampak. Karena itu, pencegahan harus dimulai jauh sebelum anak menjadi korban,” tegas Agus Rohmat.

Semangat tersebut menjadi landasan Gerakan ANANDA BERSINAR yang menempatkan anak sebagai subjek utama dalam upaya pencegahan narkoba. Agus menjelaskan, ANANDA BERSINAR merupakan Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak Bersih Narkoba. Gerakan ini berangkat dari keyakinan bahwa perang melawan narkotika harus dimulai dari keluarga, sekolah, lingkungan tempat anak tumbuh, serta membangun kemampuan setiap anak untuk berani berkata tidak terhadap narkoba.

“Anak tidak cukup hanya diberi tahu bahwa narkoba itu berbahaya. Anak harus memiliki ketahanan diri, mampu mengenali sesuatu yang berbahaya, memilih lingkungan pergaulan yang sehat, berani mengambil keputusan yang benar, dan yang paling penting, berani berkata ‘tidak’ ketika ada orang yang menawarkan narkoba atau mengajak melakukan sesuatu yang membahayakan masa depannya,” ujarnya.

Menurut Agus, tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini semakin kompleks. Anak-anak tumbuh di tengah arus informasi yang sangat cepat, penggunaan media sosial yang masif, lingkungan pergaulan yang semakin luas, serta berbagai bentuk ancaman baru yang terus berkembang. Karena itu, perlindungan terhadap anak tidak mungkin hanya dibebankan kepada BNN maupun pemerintah.

Keterlibatan generasi muda secara langsung dalam pencegahan narkoba juga ditandai dengan pengukuhan 10 Sobat Bersinar dari perwakilan pelajar SMA dan SMK di Kota Semarang. “Pengukuhan Sobat Bersinar membawa pesan penting bahwa generasi muda tidak hanya ditempatkan sebagai kelompok yang harus dilindungi dari narkoba, tetapi juga diberikan ruang untuk menjadi subjek, teladan, dan agen perubahan di lingkungan teman sebaya,” terang Agus.

Para Sobat Bersinar diharapkan menjadi representasi pelajar yang mampu menyuarakan gaya hidup sehat tanpa narkoba, membangun lingkungan pergaulan positif, serta mengajak teman-temannya berani menolak segala bentuk penyalahgunaan narkotika. “Hari ini generasi muda tidak hanya kita ajak untuk menjauhi narkoba. Kita ingin mereka berdiri di depan dan menjadi bagian dari gerakan pencegahan. Sepuluh Sobat Bersinar yang dikukuhkan hari ini kami harapkan menjadi embrio lahirnya semakin banyak pelajar yang berani menjadi agen perubahan di sekolah dan lingkungan pergaulannya,” ujar Agus Rohmat.

Sementara itu, Wali Kota Semarang Dr. Agustina Wilujeng Pramestuti, S.S., M.M. menegaskan dukungan Pemerintah Kota Semarang terhadap Gerakan ANANDA BERSINAR dan berbagai upaya pencegahan narkoba yang menyasar anak serta generasi muda. Menurut Agustina, pembangunan Kota Semarang harus dibarengi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya dengan memastikan anak-anak dan generasi muda tumbuh sehat, memperoleh pendidikan yang baik, dan terlindungi dari narkoba.

“Anak-anak Kota Semarang adalah masa depan kita. Mereka harus tumbuh sehat, cerdas, memiliki karakter yang kuat, dan berada dalam lingkungan yang mampu melindungi mereka dari berbagai ancaman, termasuk narkoba. Karena itu, pencegahan narkoba harus menjadi gerakan bersama, bukan hanya tugas BNN atau pemerintah,” ujar Agustina.

Agustina juga mengapresiasi pengukuhan 10 Sobat Bersinar dari kalangan pelajar SMA dan SMK di Kota Semarang. Menurutnya, keberanian anak muda mengambil peran dalam gerakan antinarkoba perlu terus diberikan ruang karena pesan positif dari sesama generasi muda dapat menjadi kekuatan dalam membangun lingkungan pergaulan yang sehat.

“Saya ingin Sobat Bersinar menjadi contoh bahwa anak muda Kota Semarang bisa menjadi bagian dari solusi. Jadilah teman yang saling menjaga, saling mengingatkan, dan berani mengajak teman-temannya melakukan kegiatan positif. Jangan pernah takut mengatakan tidak terhadap narkoba,” pesannya.

Menurut Agustina, perlindungan terhadap generasi muda semakin mendesak mengingat kelompok usia muda menjadi salah satu kelompok yang rentan terhadap penyalahgunaan narkotika. Kondisi tersebut harus menjadi perhatian bersama karena keberhasilan Indonesia memanfaatkan bonus demografi sangat ditentukan oleh kualitas generasi mudanya.

“Indonesia Emas 2045 membutuhkan generasi yang sehat, cerdas, unggul, produktif, berkarakter, dan memiliki daya saing. Narkoba dapat merampas seluruh potensi itu. Maka, ketika kita menyelamatkan satu anak dari narkoba, sesungguhnya kita sedang menyelamatkan satu masa depan,” tegasnya.

BNN menempatkan pencegahan sejak usia dini sebagai bagian penting dari strategi menghadapi narkotika, sejalan dengan semangat War on Drugs for Humanity. Melalui tagline “One Step Against Drugs: Melangkah Bersama untuk Indonesia Bersinar”, BNNP Jawa Tengah menegaskan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah sederhana: keberanian anak menolak narkoba, kepedulian orang tua dan guru, serta lingkungan yang saling menjaga.

Semangat tersebut diwujudkan melalui Jalan Sehat HANI 2026 yang menyatukan pelajar, keluarga, pemerintah, dan masyarakat. BNNP Jawa Tengah bersama Pemerintah Kota Semarang berharap ANANDA BERSINAR tidak berhenti sebagai slogan atau kampanye sesaat, tetapi tumbuh menjadi gerakan nyata di keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Pengukuhan 10 Sobat Bersinar menjadi salah satu langkah untuk membawa semangat tersebut semakin dekat dengan generasi muda. Mereka diharapkan menjadi teladan sekaligus peer educator antinarkoba yang mampu menyampaikan pesan pencegahan melalui pendekatan yang dekat dengan kehidupan generasi muda.

Melalui sinergi BNNP Jawa Tengah, Pemerintah Kota Semarang, keluarga, sekolah, masyarakat, dan generasi muda, HANI 2026 diharapkan menjadi momentum untuk memperluas gerakan pencegahan narkoba sejak dini. Sebab, menjaga anak hari ini berarti menjaga masa depan Indonesia. Dari Semarang, satu langkah melawan narkoba menjadi langkah bersama menuju Generasi Bersinar dan Indonesia Emas 2045.

You Might Also Like

Lampaui Nasional, Indeks Demokrasi Indonesia di Jateng Terus Membaik
Pengamat Soroti Silayur: Dari Desain Lama ke Pendekatan Keselamatan Modern
Bandara Ahmad Yani hijaukan Pesisir Pantai Mangunharjo Melalui Penanaman 6.000 Bibit Mangrove
 Wali Kota Semarang Instruksikan Ekosistem Sekolah Ramah Anak
“EPISENTRUM” Solo Exhibition by Yayas Syahdu Hadir di ARTOTEL Gajahmada Semarang
TAGGED:BNNPnarkobapemkot semarang
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Semarang

Pesan Wali Kota Agustina Saat Hadiri Sedekah Laut Tambak Lorok

Estu Aprilio
Estu Aprilio
10 Mei 2026
Badan Promosi Pariwisata Daerah Dinilai Harus Ada dalam Pengembangan Pariwisata di Semarang
Ini Detail Pekerjaan Rehabilitasi GOR Tri Lomba Juang
Pantura Jateng Masuk Prioritas Awal Penanganan Rob dan Abrasi
Renovasi Dimulai, Lintasan Atletik GOR Tri Lomba Juang Semarang Ditutup hingga 18 Agustus
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
Suara Jateng adalah media independen tentang berita terkini seputar Jawa Tengah.
  • Kantor dan Redaksi
  • Pedoman Kebijakan dan Privasi
  • Pedoman Media Saiber
  • Kantor dan Redaksi
  • Pedoman Kebijakan dan Privasi
  • Pedoman Media Saiber
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?