By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
SUARA JATENGSUARA JATENGSUARA JATENG
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Semarang
  • Gaya hidup
  • Ekonomi
  • Nasional
  • Hukum Kriminal
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Politik
  • Olahraga
Reading: Lawang Sewu Short Film Festival 2026 Resmi Dibuka
Share
Font ResizerAa
SUARA JATENGSUARA JATENG
  • Kantor dan Redaksi
  • Pedoman Kebijakan dan Privasi
  • Pedoman Media Saiber
Search
  • Semarang
  • Gaya hidup
  • Ekonomi
  • Nasional
  • Hukum Kriminal
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Politik
  • Olahraga
Have an existing account? Sign In
Follow US
Semarang

Lawang Sewu Short Film Festival 2026 Resmi Dibuka

Estu Aprilio
Last updated: 23 Mei 2026 11:16 am
Estu Aprilio
Published: 22 Mei 2026
Share
SHARE

suarajateng.com (Semarang) – Pemerintah Kota Semarang meluncurkan Lawang Sewu Film Festival (LOFF) 2026 di kawasan bersejarah Lawang Sewu Semarang pada Jumat, 22 Mei 2026 malam.

Festival film pendek tahun ke dua ini hadir dengan transformasi identitas visual baru yang lebih global serta membawa visi besar untuk mengubah wajah Ibu Kota Jawa Tengah dari sekadar lokasi syuting menjadi pusat ekosistem perfilman yang mandiri.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mengapresiasi konsistensi komunitas film, akademisi, dan generasi muda yang sejak tahun lalu sukses meletakkan fondasi awal gerakan budaya ini. Menurutnya, tema LOFF 2026 yang mengusung narasi “Seribu Pintu Menuju Sinema Dunia, Semarang Berkisah untuk Cerita Dunia” merupakan simbol pertemuan besar antara nilai sejarah kota dan ekspresi kreatif sinema masa kini.

“Lawang Sewu yang berarti seribu pintu ini diibaratkan sebagai pintu yang terbuka lebar bagi para sineas tanah air untuk menyampaikan kisah-kisahnya kepada dunia. Melalui festival ini, kita ingin menjadikan Semarang sebagai ruang produktif tempat tradisi bertemu dengan inovasi kreatif, sekaligus menjadi jembatan bagi karya film pendek Indonesia untuk mendunia,” ujar Agustina usai membuka acara.

Rangkaian program LOFF 2026 sendiri akan bergulir selama lima bulan ke depan dari Mei hingga mencapai puncaknya pada Oktober mendatang. Berbeda dengan tahun sebelumnya, festival kali ini dirancang lebih komprehensif melalui rangkaian kegiatan terintegrasi yang meliputi forum diskusi Lawang Talks, lokakarya Workshop & Mini Lab, stimulus pendanaan melalui LOFF Film Fund, hingga ruang eksibisi pasar kreatif di LOFF Market dan Film Week.

Wali Kota menegaskan bahwa kehadiran rangkaian program hulu-hilir tersebut merupakan bentuk dukungan nyata pemerintah terhadap keberlangsungan industri kreatif di wilayahnya. Pemerintah Kota Semarang berkomitmen memfasilitasi ruang bagi para pelaku industri digital agar mampu melahirkan karya yang bernilai ekonomi tinggi tanpa kehilangan jati diri budaya lokal.

“Pemkot Semarang memberikan dukungan penuh agar industri kreatif kita memiliki ruang yang sehat untuk berkembang melalui semangat belajar, berkarya, dan berlayar. Kami ingin memfasilitasi para kreator muda agar mereka tidak hanya produktif menciptakan karya, tetapi juga mampu berlayar membawa narasi-narasi lokal ke panggung komersial yang lebih luas,” tuturnya.

Peluncuran festival ini juga menandai penguatan standar kualitas kompetisi melalui keterlibatan aktif para tokoh perfilman nasional. Sineas papan atas seperti Hanung Bramantyo, Nirina Zubir, hingga Yandy Laurens dipastikan terlibat langsung sebagai dewan juri sepanjang berjalannya festival untuk memberikan penilaian berbasis standar industri.

Agustina berharap keterlibatan para profesional tersebut dapat memicu transfer pengetahuan yang masif bagi komunitas film pendek di Indonesia. Dia optimistis bahwa sinergi antara fasilitas pemerintah, ruang sejarah, dan bimbingan para ahli industri akan mempercepat perwujudan Kota Semarang sebagai Kota Sinema (Cinematic City) yang kompetitif di tingkat global.

“Kehadiran para sineas senior nasional sebagai dewan juri menjadi tolok ukur yang sangat berharga bagi peserta untuk menguji kualitas karya mereka. Saya berharap lewat festival ini akan lahir generasi baru yang mandiri secara kreatif dan mampu menjadikan sektor perfilman sebagai motor penggerak baru ekonomi kota,” tutupnya.

You Might Also Like

Semarang Bakal Banjir Event Olahraga bulan april, Catat tanggalnya
Viral Juru Parkir di Kota Lama, Begini Penjelasan Dishub
Taj Yasin Apresiasi Peran Media Dongkrak Indeks Demokrasi di Jateng
Disdag Segel 16 Kios di Stadion Diponegoro Semarang
Di Tengah Duka Longsor Kalialang, Wali kota Agustina Hadir Pastikan Warga Terlindungi
TAGGED:festival filmlawang ewusemarang
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Semarang

DLH Mencatat Sudah Ada 80 Investor Minat Proyek PSEL Semarang

Estu Aprilio
Estu Aprilio
2 Juni 2026
Wali Kota Agustina Antisipasi Genangan di Simpang Lima, DPU Intensifkan Pembersihan Drainase
Jasamarga Semarang Batang Tindak Kendaraan Roda Dua yang Masuk ke Ruas Jalan Tol
Film Keluarga Suami Adalah Hama Gambarkan Dinamika Pasutri di Kehidupan Nyata
Tekan Angka Kemiskinan, Perusahaan di Brebes ini Serap 4.044 Tenaga Kerja
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics

Categories

  • ES Money
  • U.K News
  • The Escapist
  • Insider
  • Science
  • Technology
  • LifeStyle
  • Marketing

About US

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet.

Subscribe US

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form]
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?