By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
SUARA JATENGSUARA JATENGSUARA JATENG
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Semarang
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Nasional
  • Hukum Kriminal
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Politik
  • Olahraga
Reading: Tanam Padi Bersama Petani Senggi, TEP UNDIP Perkuat Ketahanan Pangan
Share
Font ResizerAa
SUARA JATENGSUARA JATENG
  • Semarang
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Nasional
  • Hukum Kriminal
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Politik
  • Olahraga
Search
  • Semarang
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Nasional
  • Hukum Kriminal
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Politik
  • Olahraga
Have an existing account? Sign In
Follow US
Daerah

Tanam Padi Bersama Petani Senggi, TEP UNDIP Perkuat Ketahanan Pangan

Estu Aprilio
Last updated: 9 September 2026 9:39 pm
Estu Aprilio
Published: 9 September 2026
Share
SHARE

suarajateng.com (KEEROM) – Tradisi gotong royong masih menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat di kawasan transmigrasi Senggi, Kabupaten Keerom, Papua. Semangat kebersamaan itu terlihat saat petani lokal melaksanakan kegiatan penanaman bibit padi melalui tradisi yang dikenal sebagai royongan.

Momentum tersebut turut melibatkan Tim 14 Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Diponegoro (UNDIP). Tim tidak hanya melakukan pendampingan dari luar, tetapi ikut turun langsung bersama petani mengolah lahan dan menanam bibit padi.

Royongan merupakan tradisi masyarakat setempat dalam menyelesaikan pekerjaan pertanian secara bersama-sama. Kegiatan dilakukan mulai dari mengangkut bibit, menyiapkan lahan hingga proses penanaman.

Bagi petani, pola kerja bersama tersebut membuat pekerjaan yang cukup berat menjadi lebih ringan. Di sisi lain, royongan juga menjadi ruang untuk memperkuat hubungan sosial dan menjaga kebersamaan antarwarga.

Kehadiran TEP UNDIP di tengah aktivitas petani mendapat sambutan positif. Keterlibatan tim dinilai memberikan pengalaman berbeda karena mereka dapat merasakan secara langsung bagaimana tradisi royongan dijalankan oleh masyarakat Senggi.

“Kami senang tim datang ke sini dan ikut turun langsung menanam. Jadi, tidak hanya mendengar tentang kegiatan royongan, tetapi juga ikut merasakan langsung bagaimana budaya royongan yang selalu kami lakukan,” ujar Hatta, anggota Kelompok Tani Kotop.

Suasana penanaman padi berlangsung penuh kebersamaan. Warga bekerja secara sukarela tanpa menghitung besarnya kontribusi masing-masing. Di sela aktivitas mengolah lahan, percakapan dan canda gurau turut mewarnai kegiatan.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa royongan bukan sekadar metode untuk menyelesaikan pekerjaan pertanian. Tradisi ini menjadi bagian dari modal sosial yang membantu masyarakat membangun rasa saling percaya dan kepedulian.

Bagi TEP UNDIP, pengalaman tersebut memberikan gambaran bahwa pembangunan masyarakat dapat tumbuh dari kekuatan yang sudah dimiliki warga. Aksi sederhana berupa saling membantu dapat menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan kehidupan masyarakat.

Keterlibatan dalam penanaman padi juga menjadi bentuk dukungan terhadap potensi pertanian di kawasan transmigrasi Senggi. Ketahanan pangan tidak hanya membutuhkan lahan dan aktivitas produksi, tetapi juga keterlibatan masyarakat serta kerja sama yang berkelanjutan.

Di sisi lain, tradisi royongan memperlihatkan bahwa pembangunan ekonomi dapat berjalan beriringan dengan penguatan hubungan sosial. Kebersamaan warga menjadi kekuatan yang membantu masyarakat menghadapi berbagai tantangan dalam pengelolaan pertanian.

Kegiatan tersebut juga memiliki keterkaitan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Penguatan ketahanan pangan lokal mendukung SDG 2 tentang Tanpa Kelaparan, sementara semangat inklusi dan solidaritas sosial sejalan dengan SDG 10 tentang Berkurangnya Kesenjangan.

Kolaborasi antara akademisi dan masyarakat melalui keterlibatan langsung TEP UNDIP juga mencerminkan semangat SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Melalui tradisi royongan, masyarakat Senggi menunjukkan bahwa kearifan lokal tetap memiliki peran penting dalam pembangunan. Ketika semangat tersebut dipadukan dengan pendampingan dan kolaborasi, aktivitas sederhana di lahan pertanian dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga solidaritas sosial masyarakat.(**)

You Might Also Like

Harga Solar Industri Naik, Gubernur Jateng Kawal Aspirasi Nelayan
Wali Kota Semarang: Trans Semarang Layanan, Bukan Bisnis
Taj Yasin Pacu Percepatan Sensus Ekonomi 2026, Capaian Jateng Sudah 81 Persen
DPU Percepat Penanganan Jalan Kalipancur, Perbaikan Disesuaikan Tingkat Kerusakan
Pharma City Bakal Permudah Akses Masyarakat Semarang Dapatkan Obat
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Uncategorized

8 Mistakes That Will RUIN Your Weekend Trips Plan

Estu Aprilio
Estu Aprilio
30 Agustus 2021
Tak Disangka! Dua Pecinta Al-Qur’an Dapat Hadiah Umrah Gratis
Tambak Lorok Menuju Kampung Wisata Bahari, Ada Inovasi Mesin Pengasap Ikan yang Menarik
6000 Pelari Bakal Ramaikan Purwokerto Half Marathon
Wali Kota Semarang Sebut Wayang Sudah Menjadi Napas Kota Semarang
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
Suara Jateng adalah media independen tentang berita terkini seputar Jawa Tengah.
  • Kantor dan Redaksi
  • Pedoman Kebijakan dan Privasi
  • Pedoman Media Saiber
  • Kantor dan Redaksi
  • Pedoman Kebijakan dan Privasi
  • Pedoman Media Saiber
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?