By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
SUARA JATENGSUARA JATENGSUARA JATENG
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Semarang
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Nasional
  • Hukum Kriminal
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Politik
  • Olahraga
Reading: Pemkot Semarang Jadikan Ngesti Pandowo Ikon Wisata Budaya
Share
Font ResizerAa
SUARA JATENGSUARA JATENG
  • Semarang
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Nasional
  • Hukum Kriminal
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Politik
  • Olahraga
Search
  • Semarang
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Nasional
  • Hukum Kriminal
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Politik
  • Olahraga
Have an existing account? Sign In
Follow US
Semarang

Pemkot Semarang Jadikan Ngesti Pandowo Ikon Wisata Budaya

Estu Aprilio
Last updated: 25 Juli 2026 2:47 pm
Estu Aprilio
Published: 19 Juli 2026
Share
SHARE

suarajateng.com (Semarang) – Pemerintah Kota Semarang menyiapkan Wayang Orang Ngesti Pandowo sebagai ikon wisata budaya melalui pertunjukan berkala di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS). Komitmen tersebut ditegaskan Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti saat menghadiri peringatan HUT ke-89 Wayang Orang Ngesti Pandowo, Sabtu (18/7/2026) malam.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali TBRS sebagai pusat kegiatan seni sekaligus memperkuat identitas budaya Kota Semarang.

Pada peringatan HUT bertema “Lestari Budayaku, Bersama Kita Maju, Membangun Semarang Semakin Hebat”, Agustina juga turut tampil dalam pagelaran Wanito Tangguh lakon Wahyu Purbo Sejati bersama istri Forkopimda. Rangkaian kegiatan selama tiga hari turut diisi bursa sanggar seni, pentas seni, bazar UMKM, workshop tari, hingga pameran arsip, foto, dan video sebagai ruang kolaborasi pelaku seni dan masyarakat.

Menurut Agustina, setiap kota wisata harus memiliki identitas yang membedakannya dengan daerah lain. Karena itu, Wayang Orang Ngesti Pandowo yang telah berusia 89 tahun diproyeksikan menjadi atraksi budaya unggulan yang hadir secara rutin di Kota Semarang.

“Kalau melihat beberapa pusat pariwisata dunia, tentu harus ada sesuatu yang berbeda dari tiap destinasi. Kota Semarang punya wayang orang dan masyarakatnya gemar nonton wayang, maka sudah cocok kita akan membuat pertunjukan berkala.”

Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemerintah Kota Semarang menyerahkan secara simbolis seperangkat busana wayang orang lengkap kepada Ngesti Pandowo yang diterima Joko Purnomo selaku Ketua Ngesti Pandowo untuk digunakan dalam pementasan.

Bersamaan dengan itu, lima keluarga pendiri Ngesti Pandowo, yakni keturunan Ki Sastrosabdo, Ki Narto Sabdo, Ki Darso Sabdo, Ki Kusni, dan Ki Sastro Soedirdjo, menerima tanda tresna dari Wali Kota.

Agustina menjelaskan, bantuan tersebut tidak sekadar mengganti kostum lama, tetapi juga menjadi bagian dari upaya merawat sejarah Ngesti Pandowo.

“Baju ini simbolnya hanya satu, tapi kami membuatkan banyak untuk menggantikan baju wasiat yang selama ini dipakai teman-teman pemain wayang orang. Baju yang sangat tua nantinya masuk ke museum supaya nanti menjadi pelajaran bagi generasi berikutnya.”

Selain bantuan kostum, Pemkot Semarang telah merenovasi gedung pertunjukan di TBRS, memperbarui peralatan pendukung, serta menyiapkan dukungan berkelanjutan bagi para seniman, mulai dari pemeriksaan kesehatan hingga perhatian terhadap pendidikan anak-anak mereka.

Menurut Agustina, pengembangan Ngesti Pandowo merupakan bagian dari strategi besar menjadikan TBRS sebagai rumah bagi berbagai kegiatan seni, mulai dari pertunjukan wayang orang, macapat, geguritan, hingga agenda budaya lain yang akan masuk dalam kalender event Kota Semarang.

Dengan demikian, pelestarian budaya tidak berhenti pada seremoni, tetapi menjadi penggerak ekosistem seni dan pariwisata kota.

You Might Also Like

Renovasi Dimulai, Lintasan Atletik GOR Tri Lomba Juang Semarang Ditutup hingga 18 Agustus
34 Hoaks Terdeteksi di Semarang, Pemkot Ingatkan Media dan Influencer Tak Abaikan Verifikasi
Saat Harus Mengerem Mendadak, Ini yang Perlu Diperhatikan Pengendara
Anak Diminta Berani Bersuara, Walikota Agustina Tegaskan Semarang Bangun Kota yang Mendengar Anak
Pengamat Soroti Silayur: Dari Desain Lama ke Pendekatan Keselamatan Modern
TAGGED:budayaTBRSwalikota semarang
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Semarang

Penanganan Jalan Amblas, Pemkot Semarang Koordinasi Lintas Kewenangan

Estu Aprilio
Estu Aprilio
7 Mei 2026
TMMD Sengkuyung III Tuntas, Perkuat Kolaborasi Penanganan RTLH dan Banjir di Gayamsari
Wali Kota Semarang Dorong Perempuan Jadi Agen Perubahan, Perkuat Pembangunan Kota
Bandara Ahmad Yani Hadirkan Edukasi Keselamatan Penerbangan untuk Siswa SDN Tambakharjo
“EPISENTRUM” Solo Exhibition by Yayas Syahdu Hadir di ARTOTEL Gajahmada Semarang
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
Suara Jateng adalah media independen tentang berita terkini seputar Jawa Tengah.
  • Kantor dan Redaksi
  • Pedoman Kebijakan dan Privasi
  • Pedoman Media Saiber
  • Kantor dan Redaksi
  • Pedoman Kebijakan dan Privasi
  • Pedoman Media Saiber
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?