By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
SUARA JATENGSUARA JATENGSUARA JATENG
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Semarang
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Nasional
  • Hukum Kriminal
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Politik
  • Olahraga
Reading: Wali Kota Semarang Dorong Perempuan Jadi Agen Perubahan, Perkuat Pembangunan Kota
Share
Font ResizerAa
SUARA JATENGSUARA JATENG
  • Semarang
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Nasional
  • Hukum Kriminal
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Politik
  • Olahraga
Search
  • Semarang
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Nasional
  • Hukum Kriminal
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Politik
  • Olahraga
Have an existing account? Sign In
Follow US
Nasional

Wali Kota Semarang Dorong Perempuan Jadi Agen Perubahan, Perkuat Pembangunan Kota

Estu Aprilio
Last updated: 23 April 2026 3:00 am
Estu Aprilio
Published: 21 April 2026
Share
SHARE

suarajateng.com (Semarang) – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menegaskan pentingnya peran perempuan sebagai agen perubahan dalam pembangunan kota. Hal tersebut disampaikan saat membuka talkshow peringatan Hari Kartini di lingkungan Balaikota Semarang, Selasa, 21 April 2026, usai memimpin upacara.

Mengusung tema “Semangat Kartini, Inspirasi Lintas Generasi. Perempuan Berdaya, Semarang Semakin Hebat”, kegiatan ini dihadiri organisasi perempuan seperti GOW, PKK, serta jajaran kepala perangkat daerah. Momentum tersebut menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan kapasitas perempuan dalam mendukung pembangunan Kota Semarang.

Dalam sambutannya, Agustina Wilujeng menekankan bahwa keberanian perempuan dalam menyampaikan gagasan dan mengambil keputusan merupakan kunci utama terciptanya perubahan.

“Pertanyaannya sekarang, wahai perempuan Kota Semarang, bisa tidak kita menjadi agen perubahan? Kalau bisa, maka kita harus selesai dengan diri kita sendiri dulu,” tuturnya.

Agustina juga berbagi pengalaman pribadinya saat memutuskan maju sebagai Wali Kota Semarang. Ia mengakui sempat muncul keraguan menghadapi tantangan besar, namun keputusan yang diambil dengan keyakinan penuh justru menjadi titik balik yang memperkuat dukungan.

“Ketika saya memutuskan menerima, karena itu tugas dan saya harus menang, maka seluruh daya upaya dan lingkungan akan mendukung. Tapi kalau kita ragu, dukungan itu akan terbelah,” terangnya.

Menurutnya, perempuan memiliki karakter kuat seperti teliti, tangguh, dan mampu menyelesaikan pekerjaan secara optimal. Potensi tersebut, lanjutnya, harus diiringi keberanian untuk bertindak secara totalitas.

Selain itu, Wali Kota Semarang juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Semarang dalam menciptakan ruang yang aman dan setara bagi perempuan. Hal ini termasuk dalam interaksi sosial sehari-hari, seiring meningkatnya sensitivitas terhadap isu komunikasi dan pelecehan di era keterbukaan informasi.

Sebagai bentuk komitmen nyata, Pemerintah Kota Semarang terus menghadirkan berbagai program pemberdayaan perempuan, salah satunya melalui program “Waras Ekonomi”. Program ini difokuskan untuk mendorong pelaku UMKM, yang mayoritas dijalankan perempuan, agar dapat naik kelas dan memiliki keberlanjutan usaha.

“Selama ini banyak bantuan sifatnya insidental. Ke depan, kita dorong agar produk UMKM bisa masuk ke sistem bisnis yang berkelanjutan, sehingga benar-benar mandiri,” jelasnya.

Tak hanya di sektor ekonomi, kontribusi perempuan juga terlihat dalam sektor kesehatan melalui peran kader posyandu yang menjadi penggerak di tingkat komunitas.

Agustina menambahkan, peringatan Hari Kartini tahun ini dikemas lebih sederhana sebagai bagian dari efisiensi anggaran. Namun demikian, komitmen terhadap penguatan peran perempuan tetap menjadi prioritas utama Pemerintah Kota Semarang.

“Kesederhanaan ini tidak mengurangi peran perempuan sebagai penggerak pembangunan. Justru kita fokus pada dampak nyata yang bisa dirasakan masyarakat,” kata dia.

Melalui momentum Hari Kartini, Wali Kota Semarang berharap perempuan Kota Semarang semakin percaya diri, berani menyampaikan gagasan, serta mengambil peran strategis dalam berbagai lini kehidupan.

“Semua perempuan bisa menjadi Kartini masa kini. Dimulai dari berani berbicara, menyampaikan apa yang dirasakan, dan mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing,” tutupnya.

You Might Also Like

Siap-Siap! Mulai Per Juni 2026 Ada Harmonisasi Tarif Air Bagi Niaga dan Industri di Semarang
Upaya Pemprov Jateng dan KAI Dalam Perluas Akses Layanan Hukum
Desa Wisata Semarang Naik Kelas, Bidik Pasar Wisatawan Mancanegara
Dishub Akan Pasang Portal Ketinggian untuk Minimalisir Kecelakaan di Silayur
Pantura Jateng Masuk Prioritas Awal Penanganan Rob dan Abrasi
TAGGED:hari kartinisemarang
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Uncategorized

Medicaid Expansion Improves Hypertension and Diabetes Control

Estu Aprilio
Estu Aprilio
5 September 2021
Teknologi Pirolisis Disiapkan di Semarang, Sampah Ditargetkan Jadi BBM
Hotel Ciputra Semarang Salurkan Hewan Kurban ke Polsek Semarang Tengah dan Kelurahan Pekunden
“EPISENTRUM” Solo Exhibition by Yayas Syahdu Hadir di ARTOTEL Gajahmada Semarang
Potensi Kerugian Akibat Perubahan Iklim Bisa Capai Rp 2.005 Triliun pada 2029
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
Suara Jateng adalah media independen tentang berita terkini seputar Jawa Tengah.
  • Kantor dan Redaksi
  • Pedoman Kebijakan dan Privasi
  • Pedoman Media Saiber
  • Kantor dan Redaksi
  • Pedoman Kebijakan dan Privasi
  • Pedoman Media Saiber
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?