suarajateng.com (SEMARANG) — Rencana eksplorasi proyek geothermal di Gunung Ungaran, Kabupaten Semarang, mendapat perhatian dari anggota Komisi B DPRD Jawa Tengah, M Farchan. Ia meminta pemerintah mengkaji secara menyeluruh potensi dampak proyek terhadap lingkungan dan sumber air.
Farchan mengatakan Gunung Ungaran memiliki fungsi ekologis penting bagi masyarakat. Selain menjadi kawasan pertanian dan sumber mata air, gunung tersebut juga menjadi habitat flora dan fauna serta memiliki kawasan wisata dan cagar budaya.
“Gunung Ungaran bukan ruang kosong. Di sana ada masyarakat yang bergantung pada sumber mata air, pertanian, serta ekosistem yang sudah berlangsung selama bertahun-tahun,” kata Farchan, Jumat (4/9/2026).
Ia menyoroti rencana pengeboran panas bumi hingga kedalaman sekitar 1.500-2.000 meter. Menurutnya, rencana tersebut perlu mendapat kajian serius, terutama karena berada di kawasan yang memiliki nilai ekologis dan budaya.
“Yang perlu diperhatikan bukan hanya proyek fisiknya, tetapi bagaimana dampaknya terhadap lingkungan dalam jangka panjang,” ujarnya.
Soroti Sumber Air Kota Semarang
Farchan yang pernah menjabat sebagai Direktur Utama PDAM Tirta Moedal Kota Semarang mengingatkan keterkaitan kawasan Gunung Ungaran dengan sumber air baku.
Ia mempertanyakan apakah aktivitas geothermal nantinya berpotensi memengaruhi sumber mata air dan ekologi kawasan penyangga yang selama ini dimanfaatkan masyarakat.
“Apakah secara teknis geothermal nantinya berpengaruh terhadap pasokan air di Kota Semarang dan ekologi wilayah penyangga seperti Kendal, ini harus dikaji,” katanya.
Menurutnya, Kota Semarang memiliki beberapa sumber air, termasuk dari kawasan pegunungan Ungaran, IPA Kudu dari Klambu, Grobogan, serta air tanah.
Farchan juga meminta pemerintah mempertimbangkan perbedaan karakter antara Gunung Ungaran dan kawasan geothermal Dieng. Gunung Ungaran, kata dia, memiliki kepadatan penduduk, aktivitas pariwisata, sumber air, serta keanekaragaman hayati yang perlu diperhatikan.
Karena itu, ia meminta pemerintah tidak terburu-buru mengambil keputusan.
“Bukan berarti proyek ini salah atau tidak. Yang terpenting, kajiannya harus matang dan aspirasi warga harus didengar,” tegas Farchan.
Ia berharap seluruh aspek lingkungan, sosial, ekonomi, dan ketersediaan air menjadi bagian dari kajian sebelum eksplorasi geothermal Gunung Ungaran dilanjutkan.(**)


