By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
SUARA JATENGSUARA JATENGSUARA JATENG
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Semarang
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Nasional
  • Hukum Kriminal
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Politik
  • Olahraga
Reading: Pawai Ta’aruf MTQ Nasional di Jateng Tampilkan Keragaman Budaya Indonesia
Share
Font ResizerAa
SUARA JATENGSUARA JATENG
  • Semarang
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Nasional
  • Hukum Kriminal
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Politik
  • Olahraga
Search
  • Semarang
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Nasional
  • Hukum Kriminal
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Politik
  • Olahraga
Have an existing account? Sign In
Follow US
Semarang

Pawai Ta’aruf MTQ Nasional di Jateng Tampilkan Keragaman Budaya Indonesia

Estu Aprilio
Last updated: 12 September 2026 3:09 pm
Estu Aprilio
Published: 12 September 2026
Share
SHARE

suarajateng.com (SEMARANG) – Kemeriahan Pawai Ta’aruf Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 yang melintas di sejumlah jalan protokol Kota Semarang, Jawa Tengah pada Sabtu, 12 September 2026 berubah menjadi panggung kolosal yang menampilkan keragaman budaya Indonesia.

Beragam pakaian adat, ornamen budaya, musik, hingga atraksi drumband mewarnai perhelatan tersebut. Sedikitnya 46 defile dari berbagai provinsi di Indonesia, kabupaten/kota, serta instansi dan lembaga di Jawa Tengah ambil bagian dalam pawai yang menempuh rute sekitar 2,5 kilometer, dari Balai Kota Semarang hingga Halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah.

Pawai diawali penampilan atraktif drumband atau Korps Musik Taruna (Korsiktar) Universitas Maritim AMNI (Unimar AMNI) Semarang. Irama musik dan gerakan barisan menjadi pembuka yang langsung menghidupkan suasana sebelum rombongan defile dari berbagai daerah melintas.

Satu per satu defile kemudian menampilkan identitas daerah masing-masing. Pakaian adat dan simbol budaya dari berbagai penjuru Indonesia berpadu dalam satu iring-iringan. Tak hanya dari provinsi peserta MTQ, sejumlah daerah dan lembaga di Jawa Tengah juga ikut memeriahkan pawai.

Salah satunya defile Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Semarang yang menampilkan perwakilan dari berbagai agama. Kehadiran mereka turut memperlihatkan keberagaman yang berjalan beriringan dalam kemeriahan MTQ Nasional di Jawa Tengah.

Antusiasme juga terlihat dari masyarakat yang memenuhi sejumlah titik sepanjang rute pawai. Warga menyaksikan iring-iringan peserta, mengabadikan penampilan defile, hingga memberikan sambutan ketika rombongan melintas.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen yang menyambut para peserta bersama Menteri Agama Nasaruddin Umar mengapresiasi antusiasme provinsi dan kabupaten/kota yang ikut dalam Pawai Ta’aruf.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah yang turut mengirimkan defile untuk memeriahkan pelaksanaan MTQ Nasional XXXI. Menurutnya, Pawai Ta’aruf menjadi ruang untuk memperlihatkan kebudayaan dan adat dari berbagai daerah, sekaligus mempertemukan keberagaman dalam satu momentum MTQ Nasional.

“Kita pengin menampilkan kebudayaan-kebudayaan dari berbagai daerah, untuk bersatu padu membangun Indonesia ini dengan lewat MTQ Nasional,” ujarnya.

Tokoh yang akrab disapa Gus Yasin ini menambahkan, kemeriahan pawai juga menunjukkan bahwa MTQ dapat menjadi ruang kebersamaan tanpa melihat perbedaan suku, ras, maupun agama.

“Ini kita tahu bahwa ini adalah sebuah keberkahan buat kita bersama, tidak melihat suku, ras, agama, semuanya kumpul, kita bersatu,” katanya.

Semangat kebersamaan itu juga tercermin dari tema defile yang dibawa Jawa Tengah dalam pawai taaruf ini, yakni “Gumreget Nyawiji”.

Bagi para peserta, Pawai Ta’aruf bukan sekadar perjalanan menuju lokasi kegiatan. Momen tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kekayaan budaya daerah masing-masing kepada masyarakat.

Kafilah Papua Tengah, misalnya, membawa sekitar 100 anggota dalam rombongan. Sebanyak 28 orang di antaranya mengikuti Pawai Ta’aruf dengan mengenakan pakaian adat dan membawa berbagai ornamen khas Papua Tengah.

Ketua Kafilah Papua Tengah, Wahyu Budi Santoso mengatakan, rombongannya sengaja menampilkan pakaian adat dari Papua Tengah, termasuk simbol burung cenderawasih yang dikenal sebagai salah satu identitas khas Papua.

“Ya, dalam kegiatan pawai ta’aruf kami menampilkan pakaian adat-adat di Papua Tengah,” katanya.

Salah satu peserta dari Papua Tengah, Emi Titin Indrawati, menjelaskan bahwa pakaian dan perlengkapan yang dikenakan rombongan antara lain merepresentasikan kebudayaan Kabupaten Mimika dan sejumlah suku di Papua Tengah.

“Ini pakaian baju adat Kamoro Amungme dari Papua Tengah, dan Damal dan sebagainya, tujuh suku di sana,” ujarnya.

Ia juga menunjukkan sejumlah perlengkapan budaya yang dibawa dalam pawai, seperti tifa, topi Papua dengan ornamen khas, rumbai, serta tongkat.

Emi mengaku terkesan dengan penyambutan yang diberikan Jawa Tengah kepada para kafilah.

“Menurut saya ini sudah terprepare dengan baik dan memberikan kesan yang baik buat kita dari luar daerah tentunya. Alhamdulillah meriah,” katanya.

Semangat serupa ditunjukkan Kafilah Kepulauan Riau. Dalam Pawai Ta’aruf, mereka membawa tema Tugu Bahasa sebagai simbol budaya dan sejarah bahasa Indonesia.

Perwakilan Kafilah Kepulauan Riau, Sofyan Sulaiman, mengatakan Tugu Bahasa yang ditampilkan berkaitan dengan sejarah bahasa Melayu yang menjadi salah satu akar bahasa Indonesia.

“Kita dalam pawai karnaval ini menunjukkan Tugu Bahasa. Bahasa sebagai salah satu budaya nasional,” katanya.

Kafilah Kepulauan Riau sendiri mengirimkan 121 orang untuk mengikuti MTQ Nasional XXXI, dengan seluruh cabang dan golongan yang diperlombakan diikuti oleh kafilah tersebut.

Sofyan mengapresiasi sambutan masyarakat Jawa Tengah yang menurutnya sangat antusias menyaksikan pawai dari berbagai provinsi.

Menurut dia, kemeriahan Pawai Ta’aruf membuat masyarakat dapat melihat langsung keberagaman budaya dari berbagai penjuru Indonesia.

“Saya pikir masyarakat Jawa Tengah dengan event MTQ nasional ini sangat memberikan respon dan turut bergembira melihat setiap karnaval yang berasal dari setiap provinsi.” katanya.(**)

You Might Also Like

Pemkot Semarang Digitalisasi Titik Hidran, Penanganan Kebakaran Kini Lebih Cepat
Wali Kota semarang Silaturahmi ke Ulama jelang MTQ nasional
MTQ Nasional XXXI Segera Digelar, Agustina Pastikan Simpang Lima Siap
Dandim Kota Semarang Pimpin Upacara HUT RI Di Istana, Begini Kata Wali Kota
Kasus DBD Semarang Anjlok, dari 131 Kasus Jadi Hanya 4 Kasus
TAGGED:MtQ nasionaltaj yasin
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Semarang

Guru Asal Kota Semarang Juarai Lomba Cipta Mars MTQ Nasional, Dapat Apresiasi Wali Kota

Estu Aprilio
Estu Aprilio
20 Mei 2026
BPC HIPMI Kota Semarang Sukses Gelar Pesta Rakyat
Promo HUT RI ke-81, Warga Semarang Bisa Hemat Rp550 Ribu Pasang PDAM
Dinas Perikanan Sebut Ikan Sapu-Sapu di Semarang Masih Bisa Dikendalikan
Badan Promosi Pariwisata Daerah Dinilai Harus Ada dalam Pengembangan Pariwisata di Semarang
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
Suara Jateng adalah media independen tentang berita terkini seputar Jawa Tengah.
  • Kantor dan Redaksi
  • Pedoman Kebijakan dan Privasi
  • Pedoman Media Saiber
  • Kantor dan Redaksi
  • Pedoman Kebijakan dan Privasi
  • Pedoman Media Saiber
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?