By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
SUARA JATENGSUARA JATENGSUARA JATENG
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Semarang
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Nasional
  • Hukum Kriminal
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Politik
  • Olahraga
Reading: Mooncake Festival 2026, Walikota Agustina: Wujud Akulturasi Budaya di Jantung Pecinan Semarang
Share
Font ResizerAa
SUARA JATENGSUARA JATENG
  • Semarang
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Nasional
  • Hukum Kriminal
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Politik
  • Olahraga
Search
  • Semarang
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Nasional
  • Hukum Kriminal
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Politik
  • Olahraga
Have an existing account? Sign In
Follow US
Semarang

Mooncake Festival 2026, Walikota Agustina: Wujud Akulturasi Budaya di Jantung Pecinan Semarang

Estu Aprilio
Last updated: 27 September 2026 8:08 pm
Estu Aprilio
Published: 24 September 2026
Share
SHARE

suarajateng.com (Semarang) – Di halaman Kelenteng Tay Kak Sie, Semarang, tradisi Tionghoa bertemu dengan denyut kota masa kini. Mooncake Festival 2026 yang dibuka pada Kamis (24/9/2026) tidak sekadar menjadi perayaan kue bulan, melainkan ruang perjumpaan budaya.

Pembukaan festival diawali dengan pertunjukan Tari Kipas Batik Semarang. Yang menarik perhatian, tarian itu dibawakan oleh penari berhijab. Simbol kecil tentang bagaimana keberagaman itu tumbuh secara organik di Semarang.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menyoroti momen tersebut dalam sambutannya.

“Kota Semarang ini bukan sekadar bicara masa lalu. Kota ini adalah titik pertemuan antara masa lalu dan masa kini, yang akan mendorong perahu kita maju menuju masa depan,” ujar Agustina.

Menurut Agustina, keberagaman di Semarang harus dirawat dengan kebersamaan. Jika sebelumnya Mooncake Festival dirayakan secara terpisah oleh komunitas Tionghoa, tahun ini momentumnya disatukan.

“Maka saya ingin hari ini kita bersama-sama menjadi satu,” katanya.

*Pecinan sebagai Ruang Hidup*

Agustina melihat kawasan Pecinan bukan sebagai kawasan kuno yang tertinggal, melainkan sebagai ruang budaya yang hidup dan terbuka.

“Kalau orang dulu melihat Pecinan sebagai kawasan yang kuno, tapi saya melihat sisi yang berbeda. Saya melihat ada keindahan, keakraban, keasyikan, dan gotong royong,” tuturnya.

Pemerintah Kota, kata dia, akan mendorong penataan Gang Baru dan pengembangan Pasar Semawis sebagai destinasi wisata budaya, dengan tetap menjaga karakter asli permukiman dan kehidupan warganya.

Pertemuan masa lalu dan masa kini juga dihadirkan lewat teknologi. Salah satu rangkaian festival adalah pertunjukan imersif yang mengangkat sejarah Laksamana Cheng Ho. Cerita sejarah dihidupkan kembali dengan pendekatan visual untuk menjangkau generasi muda.

*Dari Sembako hingga Meja Panjang*

Nuansa kebersamaan terasa kental dalam rangkaian sosial festival. Agustina turut membagikan paket sembako dan nasi kotak kepada warga sekitar kelenteng.

Kebersamaan itu berlanjut dalam tradisi Tok Panjang, jamuan makan bersama yang mempertemukan warga, pengurus kelenteng, dan jajaran pemerintah dalam satu meja panjang.

“Tok Panjang adalah tradisi jamuan yang dinikmati bersama. Hidangannya juga tidak boleh terlalu banyak, karena justru hidangan inilah yang akan membuat kita bercerita dan berbincang,” ujar Agustina.

Ketua Panitia Mooncake Festival 2026 yang juga Ketua Yayasan Kelenteng Tay Kak Sie, Tanto Hermawan, mengatakan festival ini adalah warisan turun-temurun.

“Kue bulan yang berbentuk bulat melambangkan keutuhan dan persatuan, semangat yang kami harapkan dapat terus kami jaga dalam kerukunan, keharmonisan, dan kebersamaan,” kata Tanto.

Mooncake Festival 2026 diselenggarakan atas gotong royong Sahabat Tionghoa Kota Semarang, tanpa APBD.

You Might Also Like

Guru Asal Kota Semarang Juarai Lomba Cipta Mars MTQ Nasional, Dapat Apresiasi Wali Kota
Gerai Kosong, KKMP Sampangan Tak Ingin Mati: Pengurus Tunggu Kepastian
Pembimbing Haji Dituntut Profesional, 103 Peserta Ikuti Sertifikasi di Semarang
Anak Diminta Berani Bersuara, Walikota Agustina Tegaskan Semarang Bangun Kota yang Mendengar Anak
Wali Kota Agustina Wilujeng Resmikan Agro Eduwisata Masjid Agung Semarang
TAGGED:mooncakepecinansemarangWali Kota Semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Semarang

Wali kota Agustina Salurkan Bantuan Untuk Korban Banjir Mangkang dan Purwoyoso

Estu Aprilio
Estu Aprilio
17 Mei 2026
Putusan PTUN Tak Ganggu Operasional dan Pelayanan PDAM Tirta Moedal Kota Semarang
Udinus Bidik Publikasi Jurnal Q1, Gandeng Pakar dari Malaysia
Pemkot Semarang Siagakan 900 Ribu Liter Air Bersih dan Amankan Saluran Irigasi Guna Antisipasi Kekeringan
Upaya Pemprov Jateng dan KAI Dalam Perluas Akses Layanan Hukum
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
Suara Jateng adalah media independen tentang berita terkini seputar Jawa Tengah.
  • Kantor dan Redaksi
  • Pedoman Kebijakan dan Privasi
  • Pedoman Media Saiber
  • Kantor dan Redaksi
  • Pedoman Kebijakan dan Privasi
  • Pedoman Media Saiber
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?