suarajateng.com (SEMARANG) – Aplikasi Semarang Dalam Genggaman Saya (SDG’s) yang dikembangkan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang telah diunduh sekitar 5.000 pengguna hingga akhir September 2026. Platform layanan publik digital ini menghadirkan beragam layanan masyarakat dalam satu aplikasi.
Sejak diperkenalkan pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Semarang pada Mei 2026, SDG’s dirancang untuk memudahkan masyarakat mengakses layanan pemerintahan. Fitur yang tersedia meliputi layanan administrasi kependudukan, kesehatan, pendidikan, pembayaran pajak, transportasi publik, hingga pengaduan masyarakat.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo) Kota Semarang, Didik Dwi Hartono, mengatakan pengembangan SDG’s menjadi salah satu upaya Pemkot Semarang dalam mewujudkan konsep kota cerdas atau smart city.
Menurut Didik, aplikasi tersebut mengintegrasikan berbagai layanan publik yang terhubung dengan lebih dari 22 organisasi perangkat daerah (OPD) ke dalam satu platform digital.
“Sudah ada sekitar 5 ribu pengguna yang sudah mengunduh aplikasi iki melalui Play Store,” kata Didik.
Ia menjelaskan, Pemkot Semarang bekerja sama dengan mitra dari Korea dalam pengembangan platform tersebut. SDG’s juga menggunakan proses Know Your Customer (KYC) seluler dan autentikasi berbasis perangkat untuk mendukung verifikasi identitas digital.
Dengan sistem terintegrasi, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan tanpa harus membuka situs web masing-masing OPD secara terpisah.
“Dalam aplikasi ini, semua layanan bisa diakses. Misalnya layanan kesehatan, pendidikan, transportasi umum, dalam satu aplikasi tidak terpisah dalam satu web masing-masing OPD,” jelasnya.
Didik menambahkan, SDG’s dirancang untuk menghadirkan layanan yang lebih cepat, sederhana, dan mudah diakses. Karena itu, Diskominfo Kota Semarang terus menyosialisasikan aplikasi tersebut kepada pelajar dan masyarakat luas.
Pemkot berharap jumlah pengguna terus bertambah seiring meningkatnya pemanfaatan layanan digital dalam satu platform.
“Targetnya terus bertambah, karena adanya berbagai kemudahan layanan dalam satu pintu,” bebernya.
Respons Pengaduan Jadi Tantangan Layanan Digital
Pengamat teknologi dari STEI ITB, Prof. Suhadi, menilai perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan mendukung pengambilan keputusan pemerintah.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi perlu diarahkan untuk membuat layanan lebih responsif, termasuk dalam menindaklanjuti laporan masyarakat.
“Makin cepat pengaduan masyarakat bisa direspons, maka semakin cepat aplikasi diterima masyarakat,” katanya.
Ia menjelaskan, salah satu tantangan utama aplikasi layanan publik adalah kecepatan dan kualitas respons terhadap laporan pengguna. Pemkot Semarang dapat mempertimbangkan pemanfaatan analitik data dan teknologi AI untuk mendukung proses pengambilan keputusan serta meningkatkan efektivitas pelayanan.
“Bisa menggunakan AI ya, yang saat hari ini bisa kita dapatkan dengan gampang sehingga layanannya bisa menjadi lebih cerdas dan lebih bisa dipercaya,” tutur Suhadi.
Keamanan Data Pribadi Perlu Diperhatikan
Guru Besar Sistem Informasi Unika Soegijapranata Semarang, Prof. Ridwan Sanjaya, menambahkan bahwa aplikasi SDG’s merupakan salah satu bentuk upaya pemerintah dalam menghadirkan kemudahan pelayanan bagi masyarakat.
Meski demikian, ia mengingatkan pentingnya perlindungan data pribadi, mengingat aplikasi tersebut mengintegrasikan berbagai layanan yang berpotensi melibatkan informasi pengguna.
“Saya lihat sudah terkoneksi dengan baik, tapi yang harus diperhatikan adalah adanya akses data pribadi,” katanya.
Ridwan menegaskan, penggunaan data pribadi harus dibatasi sesuai kebutuhan layanan dan didukung sistem keamanan yang memadai.
Ia juga menyinggung kepemilikan sertifikasi ISO 27001 oleh Pemkot Semarang sebagai bagian dari penerapan standar sistem manajemen keamanan informasi.
“Iki artinya ada standar keamanan yang sudah diterapkan Pemkot, ini jadi jaminan jika penggunaan aplikasi ini aman, jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” pungkasnya.
Dengan jumlah unduhan yang mencapai sekitar 5.000 hingga akhir September 2026, pengembangan SDG’s selanjutnya tidak hanya bergantung pada pertumbuhan pengguna. Kecepatan respons pengaduan, kemudahan penggunaan, serta perlindungan data pribadi juga menjadi aspek penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap layanan publik digital. (**)


