By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
SUARA JATENGSUARA JATENGSUARA JATENG
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Semarang
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Nasional
  • Hukum Kriminal
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Politik
  • Olahraga
Reading: Dari Lahan 500 Meter hingga Ikan Asap, Warga Tambak Mulyo Bangun Ekonomi Pesisir
Share
Font ResizerAa
SUARA JATENGSUARA JATENG
  • Semarang
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Nasional
  • Hukum Kriminal
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Politik
  • Olahraga
Search
  • Semarang
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Nasional
  • Hukum Kriminal
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Politik
  • Olahraga
Have an existing account? Sign In
Follow US
Semarang

Dari Lahan 500 Meter hingga Ikan Asap, Warga Tambak Mulyo Bangun Ekonomi Pesisir

Estu Aprilio
Last updated: 24 September 2026 9:32 am
Estu Aprilio
Published: 24 September 2026
Share
SHARE

suarajateng.com (SEMARANG) – Warga pesisir Tambak Mulyo, Kelurahan Tanjung Mas, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, terus didorong untuk mengembangkan potensi lingkungan menjadi sumber ekonomi baru.

Contents
Ada KERIS PRABU, Teknologi Pengolahan IkanEnam Kelompok Dibangun Jadi Satu EkosistemDari Tambaklorok untuk Ekonomi Lokal

Melalui program INTAN BAHARI (Integrasi Pertanian, Peternakan dan Olahan Ikan Bangun Ketahanan Pangan dan Alam Lestari), PLN Indonesia Power UBP Semarang membangun ekosistem pemberdayaan yang menempatkan masyarakat bukan sekadar sebagai penerima bantuan.

Warga didorong menjadi pelaku sekaligus penggerak perubahan melalui pengembangan pertanian, perikanan, pengolahan hasil laut, pengelolaan lingkungan hingga edukasi masyarakat.

Manajer Administrasi PLN Indonesia Power UBP Semarang, Eva Wirabuana, mengatakan inti dari program INTAN BAHARI adalah membangun kemampuan masyarakat agar dapat mengembangkan potensi secara mandiri.

“Perubahan yang kami dorong bukan sekadar perubahan fasilitas, tetapi perubahan cara masyarakat melihat potensi di sekitarnya. Ketika masyarakat mulai mampu mengolah, memasarkan, dan mengembangkan sendiri potensi tersebut, maka pemberdayaan akan tumbuh menjadi kemandirian,” ujarnya.

Pendekatan tersebut diharapkan membuat berbagai potensi lokal di kawasan pesisir tidak berhenti sebagai sumber daya mentah, tetapi dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.

Pada saat yang sama, kegiatan pertanian, perikanan dan pengelolaan lingkungan diarahkan untuk mendukung ketahanan pangan keluarga.

Ada KERIS PRABU, Teknologi Pengolahan Ikan

Salah satu inovasi dalam INTAN BAHARI adalah KERIS PRABU (Kombinasi Energi Hijau untuk PengeRIng dan Pengasapan ikan menuju Produk Bernilai dan Unggul).

Teknologi tersebut dikembangkan untuk membantu masyarakat mengolah hasil tangkapan nelayan menjadi produk ikan kering maupun ikan asap.

Konsep pengeringan dan pengasapan KERIS PRABU mengadaptasi teknologi yang berkaitan dengan Combined Cycle Power Plant, yang menjadi salah satu kompetensi inti PLN Indonesia Power.

Dengan pengolahan tersebut, hasil perikanan masyarakat diharapkan memiliki nilai tambah dan peluang pemasaran yang lebih luas.

Menariknya, inovasi ini juga membawa konsep zero waste. Endapan dari proses pengasapan dapat dimanfaatkan kembali untuk mendukung aktivitas urban farming.

Dengan begitu, sumber daya yang dihasilkan dari satu kegiatan dapat dimanfaatkan untuk kegiatan lainnya.

Perubahan di tingkat masyarakat turut digerakkan oleh Sri Wahyuni, Ketua KWT Cantik Bahari sekaligus Ketua RW 15 Kelurahan Tanjung Mas.

Bersama 10 anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Cantik Bahari, Sri mengembangkan lahan sekitar 500 meter persegi menjadi ruang terbuka hijau dan greenhouse.

Lahan tersebut tidak hanya digunakan untuk aktivitas pertanian, tetapi juga menjadi tempat belajar dan berbagi pengetahuan bagi masyarakat.

“Dulu kami belum terpikir bahwa lahan dan hasil yang ada di sekitar kami bisa dikembangkan sejauh ini. Sekarang ibu-ibu tidak hanya menanam, tetapi juga belajar mengolah dan menjual hasilnya. Kami ingin kegiatan ini terus berjalan dan bisa memberikan manfaat bagi warga,” tutur Sri.

Peran masyarakat seperti Sri menjadi bagian penting dalam keberlanjutan program karena warga mulai mengambil posisi sebagai pengelola sekaligus penggerak kegiatan.

Enam Kelompok Dibangun Jadi Satu Ekosistem

INTAN BAHARI dikembangkan dengan melibatkan sejumlah kelompok masyarakat yang memiliki peran berbeda.

Ekosistem tersebut meliputi KWT Cantik Bahari, Bank Sampah Pesona Bahari, Tangguh Bahari, Srikandi Cipta Bahari, Nelayan Bahari, serta Pondok Belajar Terang Bahari.

Masing-masing kelompok diharapkan dapat saling terhubung dalam mendukung aspek ekonomi, lingkungan, ketahanan pangan dan pendidikan.

Pendekatan yang digunakan juga mengusung konsep pentahelix, dengan mempertemukan unsur pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas atau masyarakat, serta media.

Kolaborasi tersebut menjadi salah satu strategi untuk menjaga agar pemberdayaan masyarakat tidak berjalan sendiri-sendiri.

Dalam pengembangan program, PLN Indonesia Power UBP Semarang juga berkolaborasi dengan LPUBTN KAS.

Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperkuat kapasitas kelembagaan, inovasi dan keberlanjutan program bersama masyarakat.

Melalui pendampingan tersebut, warga diharapkan memiliki kemampuan untuk mengelola kegiatan, mengembangkan inovasi dan melanjutkan program secara mandiri.

Dari Tambaklorok untuk Ekonomi Lokal

Ke depan, INTAN BAHARI diarahkan untuk semakin memperkuat keterhubungan antara pertanian, perikanan, pengolahan hasil laut, lingkungan dan pendidikan.

Produk pertanian dan hasil tangkapan nelayan dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah. Di sisi lain, aktivitas pengelolaan lingkungan terus diperluas dan ruang edukasi masyarakat disiapkan sebagai bagian dari proses regenerasi penggerak lokal.

Dengan pola tersebut, INTAN BAHARI tidak hanya berbicara mengenai bantuan sarana, tetapi tentang bagaimana masyarakat pesisir memiliki kemampuan untuk menciptakan dan meneruskan perubahan.

Bagi PLN Indonesia Power UBP Semarang, keberhasilan program bukan semata-mata dilihat dari fasilitas yang berhasil dibangun.

Ukuran penting lainnya adalah kemampuan masyarakat untuk mengelola, mengembangkan dan meneruskan berbagai inisiatif tersebut secara mandiri sehingga potensi lokal dapat menjadi bagian dari penguatan ekonomi dan ketahanan pangan masyarakat pesisir.(**)

You Might Also Like

Kafilah MTQ Nasional Ikuti City Tour, Pemkot Semarang Kenalkan Destinasi Wisata
Pemkot Semarang Raih Dua Penghargaan Hukum, Jadi Bukti Komitmen Tata Kelola
Akrab! Wali Kota Semarang Sapa Warga di Sela Perayaan HUT RI
Pasca Kebakaran Aspol Semarang, Pemkot Bergerak Penuhi Kebutuhan 12 KK Terdampak
Pipa Kolektor 600 mm Pecah di Gunungpati Semarang, PDAM Tirta Moedal Langsung Turunkan Tim
TAGGED:ekonomiINTAN BAHARIpesisirPLN Indonesia PowerTambak Mulyo
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Semarang

Guru di Semarang Didorong untuk Bisa hadapi Tantangan Digital

Estu Aprilio
Estu Aprilio
3 April 2026
Penguatan Tata Kelola Informasi Desa Limbangan melalui Website Interaktif, Dorong Desa Mandiri dan Gaya Hidup Sehat
Jelang HUT ke-36, JNE Sulap Armada Pengiriman Jadi Galeri Seni Berjalan Bersama Muklay
KKN Unwahas dan LPPM Dukung Kesehatan Masyarakat Gandeng Rumah Sehat BAZNAS Kendal Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis
Dari Hospitality hingga Livestreaming, Pelaku Wisata Karimunjawa Dapat Pembekalan
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
Suara Jateng adalah media independen tentang berita terkini seputar Jawa Tengah.
  • Kantor dan Redaksi
  • Pedoman Kebijakan dan Privasi
  • Pedoman Media Saiber
  • Kantor dan Redaksi
  • Pedoman Kebijakan dan Privasi
  • Pedoman Media Saiber
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?