By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
SUARA JATENGSUARA JATENGSUARA JATENG
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Semarang
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Nasional
  • Hukum Kriminal
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Politik
  • Olahraga
Reading: Pertama di Indonesia, Jateng Inisiasi Kurikulum Perkoperasian
Share
Font ResizerAa
SUARA JATENGSUARA JATENG
  • Semarang
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Nasional
  • Hukum Kriminal
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Politik
  • Olahraga
Search
  • Semarang
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Nasional
  • Hukum Kriminal
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Politik
  • Olahraga
Have an existing account? Sign In
Follow US
Daerah

Pertama di Indonesia, Jateng Inisiasi Kurikulum Perkoperasian

Estu Aprilio
Last updated: 9 Mei 2026 10:53 am
Estu Aprilio
Published: 9 Mei 2026
Share
SHARE

suarajateng.com (Semarang) – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melakukan langkah progresif untuk memberikan pendidikan koperasi kepada warganya. Salah satu upayanya adalah menginisiasi insersi kurikulum perkoperasian ke dalam jenjang pendidikan dasar hingga menengah.

Langkah ini diklaim sebagai yang pertama di Indonesia. Hal ini sebagai upaya konkret membangkitkan kembali marwah ekonomi kerakyatan sejak dini.

“Ini bahkan mungkin baru yang pertama di Indonesia, mudah-mudahan hasilnya bisa bagus,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno dalam acara Focus Group Discussion (FGD) Finalisasi Insersi Kurikulum Pendidikan Perkoperasian di Balai Pelatihan Koperasi dan UKM Jateng, Kota Semarang, Selasa, 5 Mei 2026.

Melalui kurikulum ini, harapannya memberikan pemahaman mengenai sistem dan esensi perkoperasian.

“Koperasi ini sangat berbeda dengan konsep bisnis umum. Koperasi adalah penggabungan antara konsep bisnis dengan nilai sosial. Di sana ada kebersamaan, ada gotong royong, dan kedaulatan tertinggi ada di tangan anggota. Inilah yang harus kita pahamkan kembali kepada masyarakat kita,” tegas Sumarno.

Dikatakannya, inisiasi ini juga menjadi langkah strategis untuk mendukung program Presiden RI terkait Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Karenanya, pemerintah perlu melakukan internalisasi konsep ekonomi kerakyatan sejak masa sekolah.

“Kita ingin menginternalisasi pemahaman ini sejak dini, mulai dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Harapannya, koperasi masa depan dikelola oleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang benar-benar memahami ruh koperasi, sehingga kemajuan bersama dan gotong royong benar-benar terbangun,” imbuhnya.

Gebrakan dari Jawa Tengah ini rencananya akan disampaikan langsung kepada Menteri Koperasi. Sumarno berharap kurikulum yang disusun ini tidak hanya menjadi prototipe di Jawa Tengah, tetapi juga dapat diadopsi menjadi standar nasional.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah, Dwi Silo Raharjo menjelaskan, kurikulum ini akan menyasar seluruh sekolah di bawah naungan Dinas Pendidikan maupun madrasah di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag) di Jateng.

Dwi mengakui, selama ini pendidikan ekonomi di sekolah cenderung umum dan kurang mendalami aspek perkoperasian secara spesifik. Padahal, pendidikan koperasi pernah menjadi bagian penting dalam sistem pendidikan Indonesia pada era tahun 1980-an.

“Kami ingin up lagi bahwa pendidikan perkoperasian itu sangat penting. Tujuan FGD ini adalah menyempurnakan draf kurikulum agar selaras dengan kebijakan pendidikan nasional dan daerah, serta menghasilkan modul yang aplikatif,” jelas Dwi.

Targetnya tidak main-main. Kurikulum ini diproyeksikan untuk mulai diimplementasikan pada tahun ajaran baru mendatang.

“Kita menyongsong tahun ajaran baru. Semoga bisa segera dieksekusi. FGD ini berlangsung selama tiga hari dan diikuti oleh 40 ahli yang berkompeten di bidang kurikulum,” tambahnya.

Peserta kegiatan terdiri dari berbagai unsur, di antaranya 12 orang dari Kanwil Kemenag Jateng (tim MI, MTs, dan MA), 5 orang dari Dinas Pendidikan Jateng (tim SMA, SMK, dan SLB), serta 8 orang dari Dinas Pendidikan Kota Semarang (tim SD dan SMP). Selain itu, dilibatkan pula tim ahli dari Dinas Koperasi dan UKM Jateng serta para praktisi dari gerakan koperasi untuk memberikan masukan agar kurikulum yang dihasilkan benar-benar valid dan sesuai dengan kebutuhan lapangan.

Dengan adanya kurikulum ini, Jawa Tengah optimistis akan lahir generasi muda yang tidak hanya cerdas secara finansial, tetapi juga memiliki jiwa sosial dan semangat gotong royong dalam membangun ekonomi bangsa melalui wadah koperasi.(*)

You Might Also Like

BPBD Kota Semarang Siapkan Air Bersih Jelang Musim Kemarau
Produksi Padi di Jawa Tengah Capai 4,6 Juta Ton
Pemprov Jateng-NTU Singapura Jajaki Kerja Sama
Dari Jawa Tengah, 12 Provinsi ini Berkolaborasi Siapkan Strategi Menopang Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Pelaku Ekonomi Kreatif di Jateng Diminta Ciptakan Terobosan
TAGGED:Kurikulumpemerintah provinsi jawa tengahSDSMA
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Semarang

Dishub Gencar Sosialisasikan Aturan Jam Masuk Kawasan Prof. Hamka Ngaliyan ke Bus AKAP

Estu Aprilio
Estu Aprilio
12 Mei 2026
Final Piala Dunia 2026, Messi Kembali ke Stadion yang Pernah Membuatnya Menangis
Kolaborasi PDAM Tirta Moedal, Bank Jateng dan Water.org Permudah Akses Kredit Produktif
Pemkot Kebut Pembersihan Silayur dan Penanganan Tanggul Usai Banjir
Pemkot Semarang Usulkan Pembagian Kewenangan Jelas dalam RUU Kawasan Industri
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
Suara Jateng adalah media independen tentang berita terkini seputar Jawa Tengah.
  • Kantor dan Redaksi
  • Pedoman Kebijakan dan Privasi
  • Pedoman Media Saiber
  • Kantor dan Redaksi
  • Pedoman Kebijakan dan Privasi
  • Pedoman Media Saiber
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?