By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
SUARA JATENGSUARA JATENGSUARA JATENG
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Semarang
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Nasional
  • Hukum Kriminal
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Politik
  • Olahraga
Reading: Ketika Rob Mengubah Lahan Pesisir, Warga Timbulsloko Mulai Kembangkan Akuaponik
Share
Font ResizerAa
SUARA JATENGSUARA JATENG
  • Semarang
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Nasional
  • Hukum Kriminal
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Politik
  • Olahraga
Search
  • Semarang
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Nasional
  • Hukum Kriminal
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Politik
  • Olahraga
Have an existing account? Sign In
Follow US
Daerah

Ketika Rob Mengubah Lahan Pesisir, Warga Timbulsloko Mulai Kembangkan Akuaponik

Estu Aprilio
Last updated: 31 Agustus 2026 9:01 am
Estu Aprilio
Published: 31 Agustus 2026
Share
SHARE

suarajateng.com (DEMAK) – Banjir rob yang berlangsung dalam beberapa tahun terakhir turut mengubah kondisi lingkungan dan pemanfaatan lahan di Desa Timbulsloko, Kabupaten Demak.

Sejumlah sawah dan tambak yang sebelumnya menjadi sumber penghidupan warga terdampak genangan. Di tengah kondisi tersebut, masyarakat mulai mencari alternatif untuk tetap menghasilkan pangan dengan memanfaatkan lahan yang tersisa di sekitar rumah.

Salah satu cara yang diperkenalkan kepada warga adalah budi daya akuaponik. Sistem ini menggabungkan pemeliharaan ikan dan tanaman sayuran sehingga dapat diterapkan pada lahan yang relatif terbatas.

Pelatihan akuaponik diikuti ibu-ibu kelompok Wanita Nelayan Desa Timbulsloko pada Jumat (28/8). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat.

Ketua tim pendamping, Anisa Rachma Sari, mengatakan pemanfaatan pekarangan dapat menjadi pilihan bagi warga yang tidak lagi memiliki akses terhadap lahan pertanian atau tambak seperti sebelumnya.

“Sejak 2016, sebagian sawah dan tambak terdampak rob. Karena itu, warga perlu memanfaatkan lahan yang masih tersedia, termasuk pekarangan yang relatif aman dari genangan,” ujarnya.

Lele dan Kangkung Dibudidayakan

Dalam pelatihan tersebut, warga mempraktikkan budi daya ikan lele dan tanaman kangkung. Kedua komoditas tersebut dipilih untuk diperkenalkan karena relatif mudah dipelihara.

Materi yang diberikan mencakup pengelolaan air, penyesuaian salinitas pada kisaran 3–5 ppt, serta proses aklimatisasi benih lele.

Warga juga diperkenalkan dengan teknik penyemaian kangkung menggunakan media rockwool.

Untuk wadah budi daya, masyarakat dapat menggunakan barang yang mudah ditemukan di sekitar rumah, termasuk galon bekas. Wadah ditempatkan di pekarangan yang dinilai aman dari genangan rob dan dapat dilengkapi dengan prapet.

Selain dikonsumsi sendiri, hasil budi daya juga dapat dikembangkan menjadi produk olahan. Lele yang memasuki masa panen sekitar 60–90 hari dapat diolah menjadi makanan seperti nugget, bakso, maupun lele asap.

Pemanfaatan pekarangan tersebut menjadi salah satu upaya warga dalam menyesuaikan diri dengan perubahan kondisi lingkungan. Di tengah berkurangnya lahan produktif, budi daya dengan sistem sederhana dapat menjadi pilihan untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga.(**)

You Might Also Like

Ini Penjelasan DPU Kota Semarang tentang Penanganan Grill Jalan Pahlawan, Perbaikan Struktur Selesai
Berkat Usulan Ahmad Luthfi, Rumah Subsidi Capai 50 Ribu Unit
Semarak Penutupan HUT ke-81 Jateng: Lari 5K, Kuliner Gratis, hingga Gerakan Pangan Murah
30 Ribu Rumah di Jateng Akan Diperbaiki Melalui Program BSPS
Penguatan Tata Kelola Informasi Desa Limbangan melalui Website Interaktif, Dorong Desa Mandiri dan Gaya Hidup Sehat
TAGGED:Akuaponikbanjirdemakpekaranganrob
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Peristiwa

Pelaku Laporan Fiktif Akhirnya Datangi Kantor Damkar untuk Minta Maaf

Estu Aprilio
Estu Aprilio
25 April 2026
Ini Alasan Halte BRT Semarang Zoo Dinonaktifkan
Disdag Segel 16 Kios di Stadion Diponegoro Semarang
Buka Porwakos 2026, Wali Kota Agustina Wilujeng Ajak Warga Pererat Persaudaraan Lewat Olahraga
Pemprov Jateng Konsisten Berikan Penghargaan kepada Penghafal Al-Qur’an
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
Suara Jateng adalah media independen tentang berita terkini seputar Jawa Tengah.
  • Kantor dan Redaksi
  • Pedoman Kebijakan dan Privasi
  • Pedoman Media Saiber
  • Kantor dan Redaksi
  • Pedoman Kebijakan dan Privasi
  • Pedoman Media Saiber
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?