By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
SUARA JATENGSUARA JATENGSUARA JATENG
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Semarang
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Nasional
  • Hukum Kriminal
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Politik
  • Olahraga
Reading: Minat Investasi di Jawa Tengah Terpantau Cukup Tinggi
Share
Font ResizerAa
SUARA JATENGSUARA JATENG
  • Semarang
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Nasional
  • Hukum Kriminal
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Politik
  • Olahraga
Search
  • Semarang
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Nasional
  • Hukum Kriminal
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Politik
  • Olahraga
Have an existing account? Sign In
Follow US
DaerahEkonomi

Minat Investasi di Jawa Tengah Terpantau Cukup Tinggi

Estu Aprilio
Last updated: 15 Mei 2026 3:20 pm
Estu Aprilio
Published: 11 Mei 2026
Share
SHARE

suarajateng.com (Semarang) – Gelaran Central Java Investment Forum (CJIBF) 2026 untuk manarik arus modal ke Jawa Tengah telah menununjukkan hasil. Baru sehari dibuka Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, ajang tersebut menghasilkan sebanyak 40 letter of intent (LOI) atau nota minat investasi dengan nilai mencapai Rp16 triliun.

Capaian tersebut diperoleh dari rangkaian one on one meeting antara calon investor dengan pemerintah daerah, pengelola kawasan industri, dan pelaku usaha.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sakina Rosellasari mengatakan, 40 kepeminatan atau letter of intent tersebut merupakan hasil dari one on one meeting 21 proyek yang ditawarkan kepada calon investor.

Terdiri atas 17 proyek yang mencakup sektor renewable energy, pertanian dan hilirisasi pangan, pariwisata hingga pertambangan di Jawa Tengah. Selanjutnya 4 kawasan industri utama di Jawa Tengah, yaitu Kendal Special Economic Zone, Industropolis Batang Special Economic Zone, Wijayakusuma Industrial Park, dan Jatengland Industrial Park Sayung.

“Tentunya ini menjadi tugas dari DPMPTSP untuk mengawal. Kepeminatan yang kemudian sudah tanda tangan letter of intent ini kita kawal untuk betul-betul menjadi realisasi investasi,” katanya disela mendampingi Gubernur Ahmad Luthfi dalam acara Gala Dinner Rapat Kerja Forum Kerja Sama Daerah Mitra Praja Utama (FKD MPU) di Hotel Tentrem, Kota Semarang, Senin, 11 Mei 2026.

Sakina mengatakan, para calon investor yang melakakukan one on one meeting sangat antusias pada semua sektor yang ditawarkan. Sehingga calon investor dari dalam negeri maupun luar negeri menyatakan komitmen awal untuk kerja sama bisnis atau investasi.

Adapun sektor yang menarik minat calon investor dalam negeri atau penanaman modal dalam negeri (PMDN) meliputi industri manufaktur, biomassa, geothermal, industri garam, serta mocaf dan hilirisasi produk pertanian.

“Ada penanaman modal asing (PMA) dan ada penanaman modal dalam negeri (PMDN). PMA yang saya tahu ada dari Thailand, China, dan India. Kepeminatan itu kami kawal terus. Biasanya juga butuh waktu 1-2 tahun, realisasi itu tergantung pada negaranya (asal investor) untuk melakukan kajian,” jelasnya.

Sakina menambahkan, CJIBF digelar untuk mendorong pencapaian target investasi setiap tahun. Tahun 2025 lalu, realisasi investasi di Jawa Tengah tercapai Rp110 triliun. Tahun 2026 ini, target investasi yang masuk diharapkan bisa melebihi tahun sebelumnya.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menyatakan, CJIBF merupakan kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah untuk mempromosikan potensi investasi di Jawa Tengah. Tujuannya untuk mempertemukan pengusaha atau calon investor, baik dalam negeri maupun luar negeri, dengan pemerintah, mitra pemerintah termasuk kawasan industri.

Luthfi menandaskan akan terus menggenjot sektor investasi di wilayahnya, Sebab, sektor investasi memberikan kontribusi besar dalam perekonomian daerah.

Tingginya investasi itu berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah triwulan I ini 5,89%, di atas rata-rata nasional 5,61%.

“Artinya untuk meningkatkan ekonomi di wilayah kita perlu adanya forum-forum seperti ini,” jelasnya.

Lebih lanjut, untuk mendukung investasi, Provinsi Jawa Tengah telah menyiapkan sekitar 12 kawasan industri dan ekonomi khusus baru. Hal ini merupakan upaya dari collaborative government (pemerintahan kolaboratif) antara pemerintah provinsi dengan kabupaten/kota di Jawa Tengah.

You Might Also Like

Cara Wagub Taj Yasin Pulihkan Senyum Siswa Korban Sekolah Roboh di Sragen
Produksi Padi di Jawa Tengah Capai 4,6 Juta Ton
Sekda Jateng Minta Satpol PP Kedepankan Pendekatan Humanis dan Persuasif
BSI: Inovasi Digital Jadi Kunci Masa Depan Perbankan Syariah
Ini Penjelasan DPU Kota Semarang tentang Penanganan Grill Jalan Pahlawan, Perbaikan Struktur Selesai
TAGGED:investasijawa tengahkawasan industri
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Semarang

Dishub Gencar Sosialisasikan Aturan Jam Masuk Kawasan Prof. Hamka Ngaliyan ke Bus AKAP

Estu Aprilio
Estu Aprilio
12 Mei 2026
Semarang Jadi Salah Satu Kota Roadshow Gala Premiere Film” Jangan Buang Ibu”
Long-Term Care Needs Among Retirees Varies Widely, New Research Shows
Rupiah Melemah, PHRI : Peluang Besar Kunjungan Wisman Meningkat
DLH Mencatat Sudah Ada 80 Investor Minat Proyek PSEL Semarang
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
Suara Jateng adalah media independen tentang berita terkini seputar Jawa Tengah.
  • Kantor dan Redaksi
  • Pedoman Kebijakan dan Privasi
  • Pedoman Media Saiber
  • Kantor dan Redaksi
  • Pedoman Kebijakan dan Privasi
  • Pedoman Media Saiber
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?