suarajateng.com (Kendal) – Potensi pertanian, perkebunan, serta kekuatan sosial masyarakat menjadi modal penting bagi Desa Limbangan, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, untuk berkembang sebagai desa mandiri berbasis potensi lokal dan ekonomi hijau.
Untuk memperkuat potensi tersebut, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dilaksanakan melalui program “Penguatan Tata Kelola Informasi Desa melalui Website Interaktif untuk Mendukung Desa Mandiri dan Gaya Hidup Sehat di Desa Limbangan.”
Desa Limbangan memiliki karakter wilayah yang strategis dan didukung sumber daya alam yang cukup besar. Wilayah desa dilalui oleh dua sungai besar, yaitu Sungai Kebrok dan Sungai Kalimoyo, yang turut mendukung aktivitas pertanian dan perkebunan masyarakat.
Dengan luas wilayah mencapai 839,79 hektare, kawasan Desa Limbangan terdiri atas permukiman, lahan pertanian, fasilitas umum, serta area kegiatan ekonomi masyarakat.
Secara administratif, Desa Limbangan terdiri atas 10 Rukun Warga (RW) dan 28 Rukun Tetangga (RT). Desa ini berbatasan dengan Desa Purwogondo di sebelah utara, Desa Pagertoyo di sebelah timur, Desa Sumberahayu di sebelah selatan, dan Desa Getas di sebelah barat. Pusat pemerintahan desa berada di Dusun Krajan RW 04 yang terletak di jalur utama, sehingga relatif mudah diakses oleh masyarakat.
Kondisi tersebut menjadi modal strategis dalam pengembangan sistem informasi dan pelayanan desa secara terpusat. Namun, di tengah potensi dan aksesibilitas wilayah yang baik, pengelolaan informasi publik, layanan digital, dan edukasi gaya hidup sehat masih perlu diperkuat agar dapat diakses masyarakat secara lebih mudah, cepat, dan terintegrasi.
Mitra sasaran kegiatan ini adalah masyarakat Desa Limbangan yang mayoritas menggantungkan mata pencaharian pada sektor pertanian dan perkebunan dengan pola usaha yang masih relatif tradisional.
Di sisi lain, masyarakat memiliki modal sosial yang kuat melalui partisipasi aktif dalam kegiatan kemasyarakatan dan pemerintahan desa.
Kondisi ini menjadi peluang besar untuk mendorong transformasi digital yang tidak hanya berbasis teknologi, tetapi juga melibatkan masyarakat sebagai bagian dari pengelolaan informasi desa.
Melalui kegiatan PkM ini, tim pelaksana mengembangkan website interaktif yang dikelola oleh Karang Taruna Desa Limbangan. Keterlibatan generasi muda desa diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan pengelolaan website sekaligus meningkatkan kapasitas pemuda dalam bidang teknologi informasi, komunikasi publik, dan pengelolaan konten digital.
Website interaktif tersebut diarahkan menjadi pusat informasi digital desa yang memuat informasi pemerintahan, pelayanan publik, potensi pertanian dan perkebunan, kegiatan masyarakat, informasi pembangunan, serta edukasi mengenai gaya hidup sehat. Dengan sistem informasi yang lebih terintegrasi, masyarakat diharapkan dapat memperoleh informasi secara lebih mudah sekaligus memiliki ruang untuk berpartisipasi dalam pembangunan desa.
“Pengembangan website ini tidak hanya berorientasi pada penyediaan teknologi, tetapi juga pada penguatan kapasitas masyarakat, khususnya Karang Taruna, agar mampu mengelola informasi desa secara mandiri dan berkelanjutan,” ungkap tim pelaksana.
Selain memperkuat tata kelola informasi, program ini diarahkan untuk mendukung pengembangan Desa Limbangan sebagai desa mandiri berbasis potensi lokal dan ekonomi hijau. Aktivitas pertanian dan perkebunan yang dominan dapat didukung melalui penyebaran informasi mengenai praktik ramah lingkungan, pemanfaatan potensi lokal, serta edukasi pola hidup sehat.
Program ini juga memiliki keterkaitan dengan SDGs Desa, khususnya Desa Sehat, Desa Inovatif, dan Desa Berkelanjutan. Dari sisi perguruan tinggi,
kegiatan tersebut mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) melalui pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada dampak nyata.
Program ini juga relevan dengan agenda penguatan pembangunan manusia dan transformasi digital serta fokus riset dan pengembangan bidang sosial-humaniora dan teknologi informasi untuk pembangunan masyarakat.
Dengan adanya sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, Karang Taruna, dan masyarakat, website interaktif diharapkan menjadi fondasi bagi terciptanya tata kelola informasi yang lebih transparan, partisipatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Dalam jangka panjang, inovasi tersebut diharapkan mampu memperkuat kemandirian Desa Limbangan sekaligus mendukung terbentuknya masyarakat yang lebih sehat, produktif, dan berdaya melalui pemanfaatan teknologi digital.
Tim pelaksana Pengabdian kepada Masyarakat menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Universitas Wahid Hasyim (UNWAHAS), LP2M UNWAHAS, Fakultas Teknik, Fakultas Hukum, serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi atas dukungan, fasilitasi, dan kontribusinya dalam pelaksanaan kegiatan ini.
Dukungan dari berbagai pihak tersebut menjadi bagian penting dalam mewujudkan program pengabdian yang berorientasi pada pemanfaatan teknologi informasi untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, Karang Taruna, dan masyarakat diharapkan dapat terus dikembangkan sehingga manfaat program dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Tim pelaksana juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Limbangan dan seluruh masyarakat Desa Limbangan atas partisipasi, keterbukaan, dan dukungan selama pelaksanaan kegiatan.
Sinergi tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi pengembangan website interaktif sebagai media informasi dan pelayanan digital desa yang dapat dikelola secara mandiri dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


